TRIBUNNEWS.COM - Rien Wartia Trigina alias Erin menanggapi tiga asisten rumah tangganya (ART) yang hengkang dan kabur di tengah kasus dugaan penganiayaan.
Tiga ART Erin, yakni Herawati, Siti, dan Nur Rohmah memilih hengkang dan kabur dari kediaman mantan istri Andre Taulany itu.
Herawati memilih hengkang setelah mengklaim menerima sederet penganiayaan dari ibu tiga anak itu.
Hera lantas melaporkan Erin kepada Polres Metro Jakarta Selatan atas tuduhan penganiayaan.
Setelah Hera, Siti turut memilih pergi dari rumah Erin.
Pun dengan Nur Rohmah yang kabur dengan memanjat pagar rumah Erin setinggi lebih dari dua meter.
Ketiganya pun mengatakan meninggalkan barang-barang mereka di rumah Erin, termasuk juga KTP dan HP yang ditahan sang pengusaha fesyen itu.
Tentang tudingan menahan barang-barang ART-nya, Erin membantah.
Ia tak tahu ada barang siapa saja yang tertinggal di rumahnya.
"Saya enggak tahu itu tiga orang atau enggak. Enggak. Bukan tiga orang," jawabnya kesal, dikutip dari YouTube Rasis Infotainment, Kamis (4/6/2026).
"Karena kan si Hera, terus Mbak Siti. Terus kan mereka yang kabur ya. Enggak ngerti kenapa kabur nggak sekalian bawa baju gitu kan. Silakan aja, saya nggak nahan-nahan kok," selorohnya.
Baca juga: Erin Tanggapi soal Aksinya Suruh ART Nur Bersaksi Bohong dalam Kasus Penganiayaan
Dia kemudian menyinggung etika ketiga ARTnya, termasuk Nur yang melompat pagar.
"Ini kan berarti sudah perbuatan tidak menyenangkan ya. Enggak ada etikanya dong. Masuk baik-baik kan harusnya keluar juga baik-baik. Padahal saya udah bilang sama dia, sabar ya ini penyalur kamu lagi nyariin pengganti kamu," jelas Erin.
"Tapi begini. Saya juga enggak paham bagaimana," cetusnya.
Setelah Erin dilaporkan atas dugaan penganiayaan oleh mantan ART-nya, Herawati, borok Erin kini juga dibuka oleh ART barunya, Nur Rohmah.
Nur yang belakangan nekat kabur dari kediaman Erin karena terus mendapatkan ancaman dan tekanan akhirnya buka suara soal tindakan kasar sang majikan.
Diungkapkan Nur, Erin sering melayangkan kata-kata kasar dan hardikan kepadanya saat bekerja sebagai ART di sana.
"Ada ancaman sama ditekan kayak misalnya jangan ikut urusan saya sama Mbak Hera, nanti kamu saya laporin ke polisi," terang Nur, dikutip dari YouTube Rasis Infotainment, Rabu (3/6/2026).
Nur lantas mengenang momen ketika Erin menghardiknya dengan kata-kata kasar.
"Saya pernah ingat waktu Mbak Hera udah keluar, itu saya mau angkat telepon karena kan HP kami udah disita. Terus ibu telepon, saya lagi di bawah. Saya udah cepet lari kok, tapi dia bilang masih lelet. 'Kalau ada telepon itu angkat, jangan diam-diam aja tol*l'," beber Nur menirukan ucapan Erin.
Hingga kini HP Nur pun masih disita oleh Erin.
"Udah tiga minggu lebih, masih di sana belum dikembaliin. Pas saya mau kabur itu sempat dua kali minta HP, kayak 'Ibu maaf, saya mau ambil HP, mau pinjam sebentar' Ibu bilang nanti. Terus saya balik lagi 'Ibu maaf saya mau telepon keluarga, boleh enggak minjem sebentar?' Iya, nanti saya siapin kayak gitu. Tapi enggak dikasih-kasih," seloroh Nur menceritakan sikap Erin.
Adapun selama hampir dua bulan bekerja, Nur tak bisa mengambil gajinya karena HP, kartu ATM, dan HP-nya ditahan.
"Mau dua bulan, gaji pertama sudah dibayarkan kata ibu tapi ditransfer di HP cuman enggak dikasih struknya. Terus saya minta cash 300," lanjut Nur.
Baca juga: Tim Pengacara Sunan Kalijaga Ungkap Alasan Tak Lagi Bela Erin, Sentil Ketidakjujuran dan Hati Nurani
Ketika disinggung soal upayanya mengecek mutasi rekening di bank, Nur terkendala kartu identitasnya yang ditahan Erin.
"Belum, enggak bisa soalnya harus ada KTP. KTP, kartu ATMnya masih di sana. KTP kan ditahan di sana," sambungnya.
Nur menceritakan, sejak awal bekerja, Erin sudah menahan HP dan juga KTP para ART-nya.
"KTP ditahan semua. Pas datang juga ditahan sama security. Cuman pas kejadian Mbak Hera keluar itu (dugaan penganiayaan), semua KTP langsung dipegang Ibu. Soalnya Ibu ada ngancem gini 'KTP saya pegang ya, kalian berdua nanti saya laporin ke polisi," tandasnya.
Dalam jumpa pers yang digelar beberapa waktu lalu, Erin memberikan klarifikasi soal tudingan mempersulit keluarga ART untuk berkomunikasi.
Sejak kasus dugaan penganiayaan ramai diperbincangkan, Erin tak memungkiri dirinya merasa panik.
Sebab itulah, ia menahan ponsel milik Nur.
"Iya, karena kan memang gara-gara kejadian ini jadi handphone memang saya pegang dulu nih."
"Karena kan mereka sempat, ya ini tahu sendiri kan, ini buat bukti segala macam kan takut dipengaruhi dari sisanya mereka kan. Jadi ya saya amankan," tuturnya.
(Tribunnews.com/ Salma)