Warisan Ayah Jadi Jalan Rezeki: Cerita Sukses Indang Apang Galeri Bangun Bisnis Rotan Kreatif Lokal
Untung SofaMaulana June 04, 2026 11:42 AM

- Kerajinan anyaman rotan belakangan dikembangkan menjadi lebih modern, dengan perpaduan bahan kulit menghasilkan produk seperti tas, sepatu, serta aksesoris lainnya.

Rotan yang dipadu dengan bahan kulit menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Namun, produk kerajinan rotan lebih modern itu masih identik dengan gaya formal karena banyak dipakai pejabat.

Citra produk rotan yang terlalu formal itu, coba dipatahkan UMKM Indang Apang Galeri, dengan desain lebih kasual dan cocok untuk anak muda.

Indang Apang Galeri merupakan satu di antara UMKM di Palangka Raya, tepatnya di Jalan Tjilik Riwut Km 7,5, Gang Bethel I, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.

Pemilik Indang Apang Galeri, Amelia Agustina mengungkapkan, memulai bisnisnya sejak 2016. Namun, saat itu ia masih belum fokus menjual produk anyaman rotan.

Amelia membeberkan, Indang Apang merupakan Bahasa Dayak di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berarti Ibu Bapak. Ia memberi nama itu karena bisnisnya saat ini merupakan dukungan dari kedua orang tuanya.

Selain itu, menurutnya nama Indang Apang lebih menjual serta membuat orang penasaran dengan nama tersebut.

Meski memulai Indang Apang sejak 2016, Amelia sempat berhenti menjalankan bisnisnya pada 2018 karena ayahnya meninggal dunia. Kemudian, ia kembali menghidupkan Indang Apang Galeri pada 2019 yang fokus menjual bisnis anyaman rotan.

Amelia terinspirasi dari tikar rotan peninggalan ayahnya, yang ia temukan saat sedang membersihkan rumah bersama ibunya.

Pada awal mengembangkan bisnis anyaman rotan, Amelia memproduksi sesuai dengan permintaan konsumen yang terdiri dari orang-orang terdekatnya.

Program: Local Experience
Editor: Untung Sofa Maulana

#localexperience #indangapang #rotan #anyamanrotan #galeriindangapang #kalimantantengah #umkmindonesia #umkm #bahasadayak #dayak

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.