Wagub Jihan Nilai Aktivitas Kepramukaan Jadi Alternatif Imbangi Ketergantungan Gawai
Reny Fitriani June 04, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penguatan karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi di era digital.

Baca Juga: Wagub Jihan Soroti Kinerja OPD, Program Pemerintah Harus Tepat Sasaran dan Efektif

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat membuka kegiatan Semarak Pramuka Ambacata 2.0 Grantha Fest 2026 tingkat SMA/SMK/MA se-Provinsi Lampung di SMA Negeri 1 Bandar Lampung, Kamis (4/6/2026).

Jihan yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung menilai Pramuka masih sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Pramuka menjadi wadah yang sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, Pramuka hadir sebagai sarana pembentukan karakter dan pengendali agar teknologi digunakan secara bijak dan produktif,” kata Jihan.

Menurutnya, aktivitas kepramukaan dapat menjadi alternatif positif untuk mengimbangi ketergantungan generasi muda terhadap gawai dan media digital.

Melalui berbagai kegiatan lapangan dan pembelajaran organisasi, anggota Pramuka dilatih untuk berpikir kreatif, bekerja sama, menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, serta membangun ketahanan mental dan rasa percaya diri.

Jihan menegaskan, pembangunan Lampung membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Karena itu, generasi muda yang dibina melalui Gerakan Pramuka diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Anak-anak Pramuka hari ini adalah harapan kami untuk menjadi sumber daya manusia yang mampu membantu mewujudkan Lampung yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga mengungkapkan rencana Kwarda Pramuka Lampung untuk memperkuat kapasitas generasi muda di bidang teknologi melalui pelatihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), literasi digital, serta berbagai program adaptasi teknologi lainnya.

Program tersebut akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas agar anggota Pramuka mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.

“Kita ingin anak-anak muda lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Gadget yang dimiliki tidak hanya digunakan untuk media sosial, tetapi juga untuk kegiatan yang bermanfaat, produktif, dan meningkatkan kapasitas diri,” jelasnya.

Selain menjadi ajang perlombaan, Ambacata 2.0 Grantha Fest 2026 dinilai sebagai sarana pengembangan karakter, peningkatan keterampilan, serta mempererat persaudaraan antar pelajar dari berbagai daerah di Lampung.

Jihan juga mengajak lebih banyak pelajar untuk bergabung dalam Gerakan Pramuka.

Menurutnya, berbagai aktivitas luar ruang yang menjadi ciri khas kepramukaan tidak hanya membentuk karakter dan kemandirian, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Jihan menyampaikan apresiasi kepada panitia, pembina, serta keluarga besar SMA Negeri 1 Bandar Lampung yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Ia berharap Ambacata 2.0 Grantha Fest 2026 dapat menjadi contoh kolaborasi antara semangat kepramukaan, kreativitas, inovasi, dan penguasaan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah pengalaman, memperluas jejaring pertemanan, serta mendapatkan bekal yang akan bermanfaat bagi masa depan,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.