Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Kamis 4 Juni 2026 Siang Ini
Muhammad Fatoni June 04, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 25 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-7 mm dan lama gempa 50.19-147.55 detik.

Selain itu, tercatat pula 15 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-39 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 15.98-52.2 detik.

Serta 6 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3-45 mm, dan lama gempa 10.76-25.7 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan pagi-siang ini, Kamis (4/6/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 75 meter dari puncak.

Sementara cuaca teramati mendung, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 21.6-24°C. Kelembaban 82-94.9 persen. Tekanan udara 874.6-918 mmHg.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Kamis 4 Juni 2026: Berikut Hasil Pengamatan BPPTKG Yogyakarta

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.