Dampak Kenaikan BI Rate, REI DIY Catat Penurunan Penjualan KPR Hingga 20 Persen
Muhammad Fatoni June 04, 2026 03:14 PM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dampak kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sudah dirasakan oleh Real Estate Indonesia (REI) DIY.

Seperti diketahui Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen sebagai respons atas pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Ketua REI DIY, Ilham Muhammad Nur, mengatakan kenaikan suku bunga acuan berdampak pada kenaikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Praktis biaya KPR akan semakin tinggi.

Hal inipun berdampak pada penurunan penjualan KPR rumah.

"Bahkan sebelum BI Rate ada perubahan atau  ada kenaikan, kondisi pasar memang agak lesu. Tentu dengan kenaikan BI Rate ya pasti akan menaikkan suku bunga KPR. Itu juga pasti menambah, memperdalam kelesuan itu," katanya, Kamis (4/6/2026).

Ia menerangkan persentase KPR pun terbilang tinggi sekitar 50 persen dari total penjualan rumah REI DIY.

Segmen Beragam

Segmen KPR sendiri beragam, mulai dari pasar di bawah Rp 500 juta, Rp 500 hingga Rp 1 miliar, serta rumah di atas Rp 1 miliar. 

Berdasarkan data penjualan KPR turun hingga 20 persen secara tahunan. Sementara segmen yang paling terdampak adalah hunian di bawah Rp 500 juta.

"Sementara kondisi saat ini kontraksi ekonomi pada kelas menengah sangat rentan, ya tentu KPR menurun. Apalagi kemudian ditambah dengan kenaikan BI Rate. Ada kecenderungan menahan, terurama kelas menengah ke bawah. Kalau di atas Rp 500 juta penurunannya tidak terlalu dalam," terangnya.

Baca juga: Dolar AS Kian Perkasa, Sektor Pariwisata DIY Hadapi Dampak Ganda

Kendati ada penurunan penjualan KPR, ia masih melihat adanya peluang pada Juni hingga Agustus 2026 mendatang.

Hal itu karena pada bulan tersebut, DIY akan kedatangan mahasiswa baru.

Menurut dia, kedatangan mahasiswa baru bisa menjadi potensi meningkatkan penjualan.

"Ini menjadi peluang bisnis properti. Karena biasanya daripada ngekos, anaknya dibelikan rumah, kemudian nanti bisa dijual atau memang berniat investasi di Jogja. Jadi meskipun saat ini agak lesu, pada Juni, Juli, sampai Agustus akan berbeda," ujarnya. (*)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.