TRIBUNNEWS.COM - Di tengah kasus dugaan korupsi yang menerpa Badan Gizi Nasional (BGN) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), sempat ada temuan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) soal kepemilikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Sekilas informasi, kasus dugaan korupsi MBG ini menjerat tiga mantan petinggi BGN, yakni eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua eks wakilnya, yaitu Sony Sonjaya dan Lodewykk Pusung.
Mereka ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026) kemarin.
Penetapan tersebut dilakukan setelah Kejagung melakukan penyelidikan sejak 29 Mei 2026 lalu.
Baca juga: Momen Prabowo Marahi Emak-Emak Mitra MBG di Panggung: Yang Disiplin, Malu Ada Orang Asing
Kemudian, langkah selanjutnya yang dilakukan yakni penggeledahan terhadap Kantor BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, serta kediaman ketiga tersangka pada Selasa dan Rabu (2-3/6/2026).
Salah satu dugaan korupsi yang ditemukan Kejagung yakni terkait yayasan yang terafiliasi dengan Dadan dkk soal SPPG.
Lalu temuan semacam apa yang dilaporkan ICW terkait kepemilikan SPPG tersebut?
ICW sempat merilis temuan tentang mitra MBG yang terafiliasi dengan partai politik (parpol) hingga lingkaran Presiden Prabowo Subianto pada 17 November 2025 lalu.
Dikutip dari laman ICW, temuan tersebut berdasarkan pengumpulan data dan analisis yang dilakukan pada Oktober-November 2025.
Sementara itu, data diperoleh dari data primer melalui wawancara serta data sekunder yang diperoleh melalui penelusuran sumber-sumber terbuka.
Dari proses tersebut, ICW memperoleh data di mana 102 yayasan yang tersebar di 38 provinsi terafiliasi dengan parpol hingga lingkaran Prabowo.
Untuk parpol, ICW menemukan total ada 28 yayasan yang terafiliasi dengan partai atau elite parpol.
"Dari 102 yayasan mitra penyelenggara MBG yang ditelusuri, terdapat 27,45 persen atau 28 yayasan yang memiliki afiliasi politik formal. Afiliasi ini timbul dari dugaan relasi yang dimiliki oleh individu di dalam yayasan dengan partai politik," tulis ICW dikutip pada Kamis (4/6/2026).
ICW menemukan Gerindra menjadi partai yang paling banyak terafiliasi dengan yayasan mitra MBG sebanyak tujuh yayasan.
Lalu diikuti oleh PKS sebanyak lima yayasan dan PAN dengan tiga yayasan.
Bahkan, PDIP yang berstatus sebagai oposisi pemerintah, turut terafiliasi dengan yayasaan mitra MBG sebanyak tiga yayasan.
Selain parpol, ada pula dua yayasan yang terafiliasi dengan aparat penegak hukum, yaitu Yayasan Inklusi Pelita Bangsa dan Yayasan Kemala Bhayangkari.
Adapun Yayasan Inklusi Pelita Bangsa diduga terafiliasi dengan individu di Kejaksaan Agung (Kejagung). Sedangkan Yayasan Kemala Bhayangkari diduga terafiliasi dengan Polri.
ICW mengatakan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa terafiliasi dengan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejagung, Reda Manthovani, serta Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, Denny Achmad.
Sementara, Yayasan Kemala Bhayangkari diketuai oleh istri Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Martha Dwi Maryani.
Lalu, pembina yayasan tersebut, yakni istri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Juliati Sapta Dwi, serta istri Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan Ahmad Dofiri, Diana Wahyuni.
Kemudian, ada pula yayasan mitra MBG yang terafiliasi dengan militer. ICW menemukan total ada enam yayasan yang terafiliasi.
Beberapa di antaranya terafiliasi dengan menteri hingga pejabat di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kementan).
Contohnya, ada Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan yang diketuai oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
"Selain Sjafrie, di dalam Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Pertahanan terdapat Musa Bangun, purnawirawan Mayor Jenderal TNI AD yang juga tercatat sebagai ketua yayasan. Musa adalah Wakil Ketua Umum Gerindra yang pada Juni 2025 lalu dilantik sebagai Komisaris Utama dan Independen PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)," tulis ICW.
Baca juga: BGN Diguncang Korupsi, Pimpian Diganti, Pakar Nilai Audit Total SPPG Mendesak Demi Kelangsungan MBG
ICW juga menemukan adanya yayasan terafiliasi dengan organisasi masyarakat (ormas) dan relawan yang turut ikut dalam pemenangan pada Pilpres.
Total ada sembilan yayasan yang terafiliasi dengan relawan dari eks Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi); relawan Prabowo-Gibran; dan Anies-Muhaimin. Berikut rinciannya.
- Ormas/Relawan Prabowo-Gibran
1. Yayasan Indonesia Food Security Review: pembina yaitu Sekjen Relawan Muda Prabowo-Gibran, Hanief Adrian; Koordinator Balai Dewan Pakar Prabowo, Glory Harimas Sihombing; serta Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Burhanuddin Abdullah.
2. Yayasann Al-Ishlah Bondowoso: pendiri yaitu pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah Bondowoso, KH Thoha Yusuf Zakariya. Ia bersama kyai dan ulama se-Tapal Kuda mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
3. Yayasan Danul Ilhamiyah Nusantara: Pendiri sekaligus ketuanya yakni Ketua TKN Prabowo-Gibran Polewali-Mandar, Andi Muhammad Ilham Rusali Masdar.
4. Yayasan Bowo Garuda Indonesia: ketuanya yakni Relawan Ngobrolin Prabowo-Gibran untuk Indonesia (NGOPI), Devy Alexander Tendean.
5. Yayasan Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya: pembinanya yakni Ketua Umum Badan Relawan Prabowo (BRP), Eko Djalmo Asmadi.
- Ormas/Relawan Pendukung Jokowi
1. Yayasan Berkat Gemilang Nusantara: dua pengurusnya yakni Ketua Umum Relawan Teman Jokowi, Andre J.O. Sumual dan Ketua DPP Setia Jokowi 2024-2029, Cliff Alfred Alexander Repi.
2. Yayasan Organisasi Masyarakat Sipil Barisan Rakyat Peduli: pengawasnya yakni Ketua Umum DPP Setia Jokowi, Muhtadin Bahar.
- Ormas/Relawan Pendukung Anies-Muhaimin
1. Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) di Tanah Papua: ketua dan pembinanya merupakan jubir tim pemenangan Anies-Muhaimin, Thaha M. Alhamid.
2. Yayasan Insan Cendekia Jayapura: pengawas sekaligus anggota yayasan yaitu anggota DPR RI 2024-2029, Sulaeman Lessu Hamzah. Ia pernah masuk dalam Timnas Anies-Muhaimin dalam Pilpres 2024.
Lalu, di tingkat pejabat pusat dan daerah, ICW menemukan total 12 yayasan yang terafiliasi sebagai mitra MBG.
Bahkan, ada dua yayasan yang terafiliasi dengan pejabat di BGN. Selengkapnya berikut daftarnya.
1. Yayasan Indonesia Food Security Review: pendirinya yaitu Tenaga Ahli BGN, I Dewa Made Agung Kertha dan Tim Teknis BGN, Alfatehan Septianta selaku pengurus
2. Yayasan No Fito Timor: pendirinya yaitu Tenaga Ahli BGN, Florencio Mario Vieira
3. Yayasan Prabu Center Kosong Delapan: pendirinya yakni Stafsus Menhan, Lenis Kogoya
4. Yayasan Suyono Mihartawijaya: pendiri sekaligus pembinanya yakni Direktur Landreform Kementerian ATR/BPN, Rudi Rubijaya
5. Yayasan Kitong Bisa: pendirinya yaitu Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Billy Mambrasar
6. Bentang Banyumas Sejahtera: pengawasnya yakni pejabat di Pemda Banyumas bernama Purwadi Santoso
7. Yayasan Al Futuwwah Kandangan: pengawas dan anggotanya yakni dua pejabat di Dinkes Hulu Sungai Selatan bernama Daru Priyannto dan Tafrinsyah
8. Yayasan Toyoda Mahwu Jaya: pengawasnya yakni pejabat di Pemkot Padang, Rifkhi Prima Rusman
9. Yayasan Lazuardi Kendari: dua pendirinya yakni pejabat di Disperindag Sulteng, Rony Yakob, serta pejabat di Pemkab Muna, Zayat Kaimoeddin
10. Yayasan Pendidikan Islam Pinang Seribu: ketua dan pembinanya yaitu pejabat di Kemenag Kota Samarinda, Masdar Amin
11. Yayasan Abdi Bangun Negeri: pendiri, ketua, sekaligus pembinanya yakni pejabat di Dirjen Bina Marga Maluku, Abdul Hamid Payapo
12. Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) di Tanah Papua: dua ketuanya yaitu pejabat di Pemda Papua Barat Daya, Mohammad Musa'ad, serta pejabat di Disdikbud Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo.
Baca juga: Nasib Dadan Hindayana Cs: Dicopot dari BGN, Tersangka, dan Ditahan Kejagung hingga Prabowo Sedih
ICW menemukan tujuh yayasan yang terafiliasi dengan orang dekat pejabat yaitu:
1. Yayasan Naraya Jati Luhur: pendiri dan ketua yayasan yaitu suami dari Ketua Komisi X DPR RI Hetifa Sjaifudian, Siswa Harso Sumarto
2. Yayasan Indonesia Food Security Review: ketua yaitu pengurus PT Agrinas Glory Harimas Sihombing
3. Yayasan Adinda Karunia Ilahi: pendiri yayasan yaitu Yuniati, Adinda Noviany Kiryanti, Aurelia Ramadhani Kiryanti, Alayla Muharani Kiryanti. Mereka adalah keluarga dari Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto
4. Yayasan Pemuda Santri Aceh Barat: pendirinya yakni saudarai Bupati Aceh Barat Tarmizi, Zulkifli Andi Govi
5. Yayasan Lazuardi Kendari: pendirinya yakni Andi Norma Kaimoeddin dan Mohammad Zayat. Mereka adalah istri dan anak dari eks Gubernur Sultra 1992-2003, La Ode Kaimoeddin.
6. Yayasan Mualaf Timur: ketua dan pembina yayasannya merupakan menantu dari Wapres ke-6 RI Try Sutrisno, Ryamizard Ryacudu.
Lalu, adapula empat yayasan yang terafiliasi dengan mantan pejabat publik yaitu:
1. Yayasan Mualaf Indonesia Timur: ketua dan pembinanya yakni mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu
2. Yayasan Indonesia Food Security Review: pengawasnya merupakan mantan Menko Perekonomian, Burhanuddin Abdullah
3. Yayasan Salam Mughni Abadi: ketua dan yayasannya yakni mantan Sekjen Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto
4. Yayasan Lazuardi Kendari: pendirinya yakni mantan Gubernur Sultra, Nur Alam.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)