SRIPOKU.COM - Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut MAP, tersangka kasus pembunuhan sadis seorang wanita bersuami di sebuah hotel di Muara Enim.
Di balik tindakan kejinya yang tega mencekik hingga membakar jasad mantan kekasihnya itu, MAP ternyata tidak pernah hidup tenang.
Ia mengaku terus-menerus dihantui oleh bayang-bayang korban, bahkan hingga dirinya mendekam di balik jeruji besi.
Baca juga: Fakta Penemuan Mayat di Sungai Enim, Punya Hubungan Terlarang, Korban Dihabisi Oleh Mantan Pacar
Secara blak-blakan saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, MAP mengungkapkan pengalaman mistisnya yang didatangi oleh arwah korban melalui mimpi.
Tidak hanya sekali, mimpi buruk itu datang dalam dua fase krusial: sebelum jasad korban ditemukan warga dan sesudah dirinya ditangkap polisi.
Mimpi Pertama Pada Malam Takbiran: Korban Datang dalam Kondisi Terbakar
MAP menceritakan bahwa setelah melakukan aksi pembunuhan dan mencoba menghilangkan jejak dengan membakar jasad korban, ia pulang ke rumah dengan perasaan yang sangat gelisah. Hari-hari dilewatinya dengan ketakutan yang luar biasa.
Puncaknya terjadi pada malam takbiran menjelang Lebaran. Saat umat Muslim menyambut hari kemenangan, MAP justru mendapatkan "kunjungan" mengerikan di dalam tidurnya.
Jasad korban yang saat itu belum ditemukan oleh warga maupun Tim Inafis, mendadak hadir di dalam mimpi tersangka dengan kondisi yang mengenaskan.
"Selama mayat meninggal hingga ditemukan, saya merasa gelisah terus. Sebelum ditemukan, dia sekali mendatangi saya dalam mimpi dengan kondisi terbakar itu kondisinya hitam sekali. Kejadiannya pas malam takbiran mau Lebaran," ungkap MAP dengan nada bergetar.
Mimpi pertama ini seolah menjadi manifestasi nyata dari rasa bersalah pelaku yang telah nekat membakar jasad mantan pacarnya tersebut di area sekitar hotel demi menghilangkan identitas korban.
Mimpi Kedua di Sel Tahanan: Korban Sudah Bersih, tapi Menangis Sedih
Pelarian MAP akhirnya kandas setelah pihak kepolisian berhasil mengendus jejaknya dan melakukan penangkapan.
Namun, mendekam di dalam ruang tahanan ternyata tidak membuat "teror" batin yang dialami MAP mereda.
Setelah resmi memakai baju tahanan, MAP kembali didatangi oleh korban di dalam mimpinya.
Kali ini, ada perubahan mencolok dari visual korban yang hadir di alam bawah sadar tersangka.
Tubuh korban tidak lagi terlihat hangus atau mengeluarkan api, melainkan sudah dalam kondisi bersih.
Meski demikian, aura mistis dan kesedihan mendalam sangat terasa dari tatapan korban.
"Terus setelah saya ditangkap, sekali lagi dia datang di dalam ruang tahanan. Cuma posisinya tidak terbakar lagi, sudah bersih. Tapi tatapan wajahnya saat itu terlihat sangat sedih dan dia menangis," jelas MAP mengenang mimpi keduanya di balik jeruji besi.
Penyesalan yang Terlambat di Balik Jeruji Besi
Pengakuan mistis ini diakui MAP menjadi beban psikologis yang sangat berat selama dirinya menjadi buronan hingga akhirnya tertangkap.
MAP tak menampik bahwa bayang-bayang wajah mantan kekasihnya yang meregang nyawa di tangan sendiri akan terus melekat dalam hidupnya.
Di akhir keterangannya, pria yang gelap mata hanya karena perkara tuntutan ponsel iPhone ini mengaku sangat menyesali perbuatannya yang di luar batas kemanusiaan tersebut.
"Saya sangat menyesal dan merasa bodoh terhadap keluarga korban, mengapa saya bisa setega itu berbuat demikian. Saya sepenuhnya meminta maaf kepada Ibu dan Bapak korban, serta kepada suaminya," pungkas MAP pasrah meratapi nasibnya yang kini terancam hukuman berat.***