Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Prinsip Tauhid dan Kesetaraan Manusia dalam Islam
Machmud Mubarok June 04, 2026 05:35 PM

TRIBUNPRIANGAN.COM - Terlahir sebagai seorang Muslim adalah berkah yang luar biasa, dan patut untuk disyukuri, seluruh insan.

Pasalnya, selain sebagai agama yang sempurna, Islam hadir di bumi dengan membawa penekanan pada prinsip tauhid sebagai pegangan utama hidup, yang menjadi tonggak dari keseluruhan sikap manusia, khususnya umat Islam, dalam menjalani tidak hanya ibadah tapi juga muamalah (hubungan sosial)

Dari sini kita temukan kaitan yang sangat dekat antara prinsip ketuhanan dan kemanusiaan. 

Sebab, tauhid secara tidak langsung meniscayakan adanya kesetaraan bagi manusia karena derajat dan kelas paling tinggi hanya milik Allah. 

Pembedaan derajat dan kelas pada tataran manusia bersifat semu di hadapan Allah subhanahu wata’ala.

Untuk itu, perlu terus diingatkan mengenai hal tersebut, terkhusus bagi kita Umat Muslim yang memikul jabatan sebagai umat yang terselamatkan.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Cara Selamat dari Pemikiran Menyimpang

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Resep Mendapatkan Kebahagiaan, Hidup Makin Berkah

Berikut ini salah satu topik khutbah yang sesuai dengan tema, sebagai refleksi bagi tiap umat Muslim dalam memandang Agama yang dianutnya tersebut.

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

Hadirin yang dirahmati Allah…

Sesungguhnya kehidupan dunia yang sementara ini, adalah kehidupan yang membuat banyak manusia terlena. Nikmat dunia membuat manusia terlena, kesibukan dunia membuat manusia alpa. Mereka lupa kepada tujuan manusia diciptakan oleh Allah.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam al-Quran Surat adz-Dzariyyat ayat 56,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”

Dunia, merupakan tempat yang sangat berbeda dengan surga, tempat tinggal nenek moyang manusia yaitu Nabi Adam ‘alaihissalam.

Surga, tempat menikmati segala macam karunia dan kelezatan yang kekal abadi. Dunia adalah tempat untuk bekerja keras dan bersifat sementara.

Surga adalah tempat yang semuanya diperbolehkan tanpa ada larangan. Sedangkan kehidupan dunia adalah penuh aturan dengan banyak larangan.

 5 Karakter Penghuni Surga

Oleh karenanya, Allah Ta’ala mendatangkan tuntunan agar kehidupan dunia yang sementara ini tetap berjalan dengan baik dan normal, sedangkan nasib akhirat manusia pun terjaga aman dan sentosa. Islam ini hadir untuk memuliakan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 38,

قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًا ۚ فَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

“Kami berfirman, ‘Turunlah kamu semua dari surga! Lalu, jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, siapa saja yang mengikuti petunjuk-Ku tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih hati.’”

Ketaatan kepada Allah mendatangkan limpahan pahala dunia, yaitu ketenteraman dan hilangnya rasa takut. Karena orang-orang yang beriman menyandarkan nasib dirinya kepada Allah Rabb Yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Mahabijaksana.

Sebaliknya, dosa dan menentang ajaran Allah mendatangkan ketakutan serta kekhawatiran.

Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 151,

سَنُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَٓا اَشْرَكُوْا بِاللّٰهِ

“Kami akan memasukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur karena mereka mempersekutukan Allah.”

Dalam ayat lain disebutkan, Surat Al-Anfal ayat 12,

اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ سَاُلْقِيْ فِيْ قُلُوْبِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا الرُّعْبَ

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku bersamamu. Maka, teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman. Kelak Aku akan menimpakan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur.’”

Hadirin yang dirahmati Allah…

Dalam ajaran Islam, segala hal yang berupa perintah pastilah sesuatu yang mendatangkan nikmat besar dan untuk menyempurnakan karunia Allah.

Allah Ta’ala berfirman, dalam Surat Al-Maidah ayat 6,

مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.”

Sedangkan segala hal yang berupa larangan, pastilah sesuatu yang mengandung keburukan dan dampak negatif yang begitu besar. Sebagaimana Allah sampaikan dalam firman-Nya, Surat Al-Baqarah ayat 219,

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ

“Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.’”

Demikianlah, Allah berkehendak menyempurnakan kasih sayang-Nya dengan menurunkan ajaran yang mendatangkan kemudahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat, ajaran yang memuliakan manusia di dunia dan di akhirat.

Kesabaran dalam Taat, Kunci Kesuksesan Dunia Akhirat

Hadirin Jamaah sekalian yang dirahmati Allah…

Kesabaran manusia dalam menaati Allah, menunggu pertolongan Allah, dan selalu berbaik sangka kepada Allah serta ajaran-Nya adalah kunci kesuksesan dan kemuliaan manusia di dunia dan akhirat.

Setiap muslim harus bersabar saat menaati Allah dan ketika Allah tiba-tiba mendatangkan ujian. Karena setelah ujian itu usai, pastilah datang kemuliaan dan kemudahan.

Allah Ta’ala berfirman, dalam al-Quran Surat al-Insyirah ayat 5—6,

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

“Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”

Jangan berburuk sangka kepada Allah saat ujian datang, karena buruk sangka kepada Allah adalah sikap orang-orang yang merugi dunia akhirat.

Allah berfirman, dalam Surat al-Hajj ayat 11,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّعْبُدُ اللّٰهَ عَلٰى حَرْفٍۚ فَاِنْ اَصَابَهٗ خَيْرُ ِۨاطْمَئَنَّ بِهٖۚ وَاِنْ اَصَابَتْهُ فِتْنَةُ ِۨانْقَلَبَ عَلٰى وَجْهِهٖۗ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةَۗ ذٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِيْنُ

“Di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi (tidak dengan penuh keyakinan). Jika memperoleh kebaikan, dia pun tenang. Akan tetapi, jika ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang (kembali kufur). Dia merugi di dunia dan akhirat. Itulah kerugian yang nyata.”

Hadirin sekalian, demikianlah materi khutbah Jumat singkat dengan tema “Islam Hadir Memuliakan Manusia” yang dapat khatib sampaikan pada kesempatan ini. Marilah kita berdoa kepada Allah, semoga Allah mengampuni kesalahan dan kekurangan kita serta meneguhkan keimanan kita.

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ إِلَّا الَّذِيْنَ آمَنُوْا، وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ، وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ، وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

Khutbah II

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، مَنْ يَهْدِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ.

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَلَا تَجْعَلْهُ مُلْتَبِسًا عَلَيْنَا فَنَضِلَّ.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.