PEKANBARU – Menjelang dimulainya ajang sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia FIFA 2026, suasana antusias mulai terasa di berbagai daerah, termasuk di Kota Bertuah, Pekanbaru.
Seperti tradisi pada setiap penyelenggaraan turnamen empat tahunan ini, kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 diperkirakan akan menjadi momen kebersamaan masyarakat di setiap pertandingan yang disiarkan di televisi.
Bagi para penggemar sepak bola sejati, keseruan nobar akan semakin lengkap jika mereka mengenakan jersey tim kesayangan masing-masing.
Akibatnya, permintaan terhadap jersey bertema Piala Dunia mulai meningkat di pasaran.
Suroto, pemilik usaha konveksi Mj Design yang berlokasi di Jalan Kubang Raya, Pekanbaru, mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir sudah banyak masyarakat yang menanyakan tentang ketersediaan jersey tim nasional peserta Piala Dunia.
“Tapi memang tidak seramai dulu, sejak banyak orang berjualan secara online, kami jadi kalah bersaing di pasaran,” ujarnya pada Senin (1/6/2026).
Suroto menjelaskan bahwa dirinya juga memasarkan produknya melalui media sosial, meski belum menggunakan platform marketplace secara aktif.
Meski begitu, momentum menjelang Piala Dunia tetap memberi dampak positif terhadap penjualannya. Ia menyebut banyaknya turnamen sepak bola tingkat lokal turut mendorong peningkatan permintaan untuk jersey tim-tim lokal.
Untuk saat ini, Suroto belum memproduksi replika jersey tim peserta Piala Dunia 2026 secara massal, melainkan hanya akan membuatnya berdasarkan pesanan pelanggan.
“Kalau ada yang pesan baru kami print dan jahit,” tuturnya.
Harga untuk satu jersey replika Piala Dunia dibanderol mulai dari Rp150 ribu.
“Yang menanyakan sudah cukup banyak, bahkan ada juga yang mencari jersey dari tim-tim negara Afrika,” tambahnya.
Suroto berharap momentum Piala Dunia tahun ini dapat membawa angin segar bagi pelaku usaha konveksi, terutama karena jumlah penggemar sepak bola di Pekanbaru terus mengalami peningkatan.