Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan kemitraan antara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan industri besar sebagai upaya memperkuat daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia Aviliani dalam keterangan di Jakarta, Kamis, menegaskan bahwa penguatan daya beli masyarakat menjadi salah satu kebutuhan utama dunia usaha di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Aviliani menjelaskan bahwa Kadin Indonesia telah melakukan kajian mengenai pengembangan model kolaborasi yang memungkinkan UMKM menjadi bagian dari supply chain perusahaan-perusahaan anggota Kadin yang bisa memperkuat daya beli.
Menurut dia, hasil kajian tersebut perlu ditindaklanjuti melalui implementasi yang didukung berbagai insentif pemerintah agar tercipta daya tarik bagi UMKM maupun perusahaan besar untuk menjalin kemitraan yang lebih erat.
“UMKM merupakan sektor yang menyerap banyak tenaga kerja. Jika mereka dapat terhubung dengan rantai pasok industri yang lebih besar, maka manfaat ekonominya akan sangat luas. Namun proses ini membutuhkan pembinaan, peningkatan kapasitas, dan waktu yang cukup panjang agar kualitas UMKM semakin baik,” katanya.
Aviliani menambahkan, keberhasilan UMKM naik kelas dan menjadi bagian dari rantai nilai global (global value chain) yang tidak hanya akan meningkatkan daya saing usaha nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kelas menengah Indonesia.
“Ketika UMKM naik kelas dan terintegrasi dalam global value chain, maka pendapatan masyarakat akan meningkat. Pada akhirnya, hal itu akan memperkuat kelas menengah dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Institute (KII) Mulya Amri menyoroti hasil kajian yang menunjukkan adanya tekanan terhadap kelompok kelas menengah.
Menurutnya, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kondisi konsumsi nasional.
Lebih lanjut, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Ferry Irawan menyampaikan bahwa pengembangan kelas menengah menjadi salah satu agenda penting pemerintah mengingat perannya yang besar terhadap perekonomian nasional.
Menurut Ferry, kelompok kelas menengah memiliki kontribusi signifikan terhadap konsumsi rumah tangga, tenaga kerja produktif, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Oleh Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan kesejahteraan kelompok tersebut.





