Harga Cengkih Terkini di Manado Sulawesi Utara Naik, Segini Kopra dan Pala Per Kilogram
Dewangga Ardhiananta June 04, 2026 09:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini harga terkini cengkih, kopra dan pala di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis 4 Juni 2026.

Harga cengkih naik dari sebelumnya walaupun sedikit alami kenaikan.

Harga sejumlah komoditas perkebunan unggulan di Sulut masih menunjukkan pergerakan yang bervariasi.

Cengkih bertahan pada level tinggi.

Sementara kopra masih berfluktuasi mengikuti kondisi pasar dan permintaan industri. 

Sedangkan biji pala relatif stabil di tingkat perdagangan lokal.

Pantauan Tribun Manado.co.id, Kamis (4/6/2026) di sejumlah gudang di Manado harga cengkih naik 121 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya Rp 120 ribu per kilogram.

Harga kopra sendiri masih bertahan Rp 14.500 per kilogram.

Sedangkan biji pala kering tipe A Rp 75 ribu per kilogram.

Tipe B 58 ribu per kilogram dan tipe Rp 55 ribu per kilogram.

Itan salah seorang penjagaan gudang cengkih dan pala mengatakan aktivitas penjualan dari petani belum terlalu ramai.

Menurutnya, faktor cuaca dan musim panen turut memengaruhi volume pasokan yang masuk ke gudang.

“Harga cengkih masih lumayan tinggi, harga pala memang masih stabil tidak naik atau turun harga beberapa hari ini,” tutur Itan.

Itan memperkirakan harga cengkih dan pala masih berpotensi bergerak mengikuti perkembangan permintaan industri serta ketersediaan pasokan dari sentra produksi di Sulawesi Utara. 

“Bisa saja naik atau turun tergantung permintaan juga,” ungkapnya.

Dia berharap stabilitas harga dapat terus terjaga sehingga memberikan keuntungan yang baik bagi petani dan pelaku usaha perkebunan di Sulut.

“Semoga harganya bisa stabil dan menguntungkan semua pihak,” pungkasnya.

Manfaat Kopra

Kopra sendiri memiliki nilai ekonomi tinggi karena menjadi bahan baku utama berbagai industri, mulai dari minyak kelapa, kosmetik, hingga produk kesehatan.

Kandungan minyaknya yang melimpah menjadikan kopra sebagai komoditas penting bagi masyarakat pesisir Sulawesi Utara.

Selain sebagai sumber penghasilan, kopra juga berperan menjaga keberlanjutan ekonomi daerah karena hasilnya banyak diekspor ke luar negeri.

Sulawesi Utara merupakan salah satu wilayah penghasil kopra di Indonesia.

Kopra salah satu komoditas andalan di Bumi Nyiur Melambai ini.

1. Industri minyak kelapa

Kopra adalah bahan baku utama untuk menghasilkan minyak kelapa murni.

Minyak ini digunakan dalam berbagai produk seperti minyak goreng dan sebagai bahan dasar margarin. 

2. Industri makanan

Kopra edible (yang dapat dikonsumsi) sering menjadi bahan dalam pembuatan kue, permen, dan aneka olahan kelapa lainnya.

3. Industri kosmetik dan perawatan kulit

Minyak kelapa dari kopra kaya akan lemak sehat dan memiliki sifat pelembap, menjadikannya bahan dasar dalam produk seperti krim, lotion, dan pelembap bibir dan tangan.

4. Industri sabun dan deterjen

Minyak kelapa dari kopra memiliki sifat pembersih yang baik dan kaya akan asam lemak, sehingga digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat sabun dan deterjen.

5. Pakan ternak

Ampas atau bungkil kopra sisa pengolahan memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi, menjadikannya sumber pakan bernutrisi untuk sapi, kambing, domba, dan unggas.

6. Bahan bakar nabati

Minyak kelapa yang diekstrak dari kopra dapat diolah lebih lanjut menjadi biodiesel sebagai alternatif bahan bakar fosil.

Sekilas Sulawesi Utara

Sulawesi Utara merupakan provinsi yang berada di ujung utara Pulau Sulawesi.

Provinsi Sulut dijuluki dengan Bumi Nyiur Melambai.

Hal ini karena mudahnya dijumpai pohon kelapa di Sulut.

Kopra merupakan salah satu komoditas unggulan Provinsi Ini.

(TribunManado.co.id/Fer)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.