TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus penganiayaan yang dialami oleh Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Kecamatan Medan Tembung, masih menjadi atensi masyarakat. Pasalnya, dari rekaman video yang viral menunjukkan salah satu pelaku yakni J terlihat menendang perut wanita tersebut.
Saat ini, tim Satreskrim Polrestabes Medan telah mengamankan dua orang pelaku yakni J dan Z. Dimana, keduanya terbukti dalam rekaman video melakukan penganiayaan terhadap Mangongap Purba dan istrinya Mulana Kartina br Nainggolan.
Dari sejumlah sumber yang didapat, diketahui Kartina disebut sedang berbadan dua (hamil). Saat ditemui di Polrestabes Medan, Kartina megaku jika ia memang sedang hamil muda dimana usia kandungannya sudah memasuki hampir dua bulan.
"Ini trimester pertama, sudah tujuh minggu," ujar Kartina, Kamis (4/6/2026).
Diungkapkan Kartina, memang saat kejadian penganiayaan kemarin awalnya sang suami memang tak berani melintas di Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung karena mementingkan kondisi kehamilannya. Pasalnya, ia mengaku calon anak yang ia kandung ini merupakan anak pertama yang sudah ia tunggu bersama sang suami. Dimana sebelumnya, ia mengaku sempat mengalami keguguran sehingga kehamilannya ini sangat dijaga.
"Ini sebenarnya kalau dibilang memang anak pertama, tapi saya sempat juga sudah hamil tapi keguguran. Di bulan 12 kemarin saya keguguran, dan Puji Tuhan kami dipercaya cepat oleh Tuhan untuk memiliki anak lagi," ungkapnya.
Setelah dianiaya (ditendang) oleh pelaku, ia mengaku sempat merasakan sakit pada bagian perutnya. Ia pun sempat khawatir terjadi hal yang tak diinginkan dengan calon jabang bayi yang sedang ia kandung.
Setelah kejadian itu, ia mengaku sudah melakukan pemeriksaan kesehatan janinnya melalui USG. Setelah dicek di dokter kandungan, ia mengaku jika dokter menyatakan janinnya dalam kondisi baik dan tidak mengalami gangguan akibat tendangan yang dialaminya.
"Dua hari ini kurang istirahat dan Puji Tuhan juga tadi hasil USG-nya kandungan saya Puji Tuhan sehat," katanya.
Diketahui, Kartina dan sang suami hari ini kembali dilakukan pemeriksaan di Polrestabes Medan. Tak hanya dimintai keterangan sebagai korban, hari ini ia dan sang suami juga difasilitasi untuk dilakukan visum di RS Pirngadi.
(mns/tribun-medan.com)