GORONTALO – Perbedaan waktu pelaksanaan Piala Dunia 2026 rupanya tidak menyurutkan semangat para penggemar sepak bola di Gorontalo.
Walaupun sebagian besar pertandingan dijadwalkan berlangsung pada pagi hingga siang hari waktu Indonesia, sejumlah kedai kopi tetap berencana mengadakan kegiatan nonton bareng (nobar) sepanjang penyelenggaraan turnamen tersebut.
Para pemilik usaha menilai minat masyarakat terhadap sepak bola masih sangat tinggi.
Oleh karena itu, mereka menyesuaikan jam operasional serta konsep layanan agar tetap dapat melayani para pengunjung yang ingin menikmati pertandingan bersama-sama.
Salah satu yang sudah menyiapkan agenda khusus adalah Nice Coffe yang berlokasi di kawasan Pasar Sentral Kota Gorontalo.
Pemilik Nice Coffe, Thomas Tammu, menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menggelar nobar meskipun jadwal pertandingan tidak lagi banyak digelar pada tengah malam seperti edisi sebelumnya.
“Kami tetap buka untuk nobar. Akan ada dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi malam,” ujar Thomas pada Kamis (4/6/2026).
Untuk pertandingan pagi, acara nobar akan dimulai pukul 06.00 hingga 12.00 WITA, sedangkan sesi malam akan berlangsung dari pukul 18.00 hingga 02.00 WITA.
Menariknya, Nice Coffe menyiapkan dua lokasi nobar sekaligus di kawasan Pasar Sentral.
Lokasi pertama berada di pelataran pasar yang menghadap ke Jalan Sam Ratulangi, sementara lokasi kedua terletak di area dalam pasar dekat pintu masuk sisi utara.
Para pengunjung dapat menyaksikan pertandingan melalui layar besar dan proyektor yang sudah disediakan oleh pihak pengelola.
Thomas juga memastikan bahwa kegiatan nobar ini tidak dipungut biaya tambahan. Pengunjung hanya perlu membeli makanan atau minuman yang tersedia di tempat.
“Nontonnya gratis. Kalau mau pesan kopi, baru bayar kopinya,” jelasnya.
Tidak hanya Nice Coffe, suasana serupa juga tengah dipersiapkan oleh Ideal Coffe yang berada di kawasan eks Andalas, Kota Gorontalo.
Pemilik Ideal Coffe, Syamsir, menyebut bahwa pihaknya tetap akan menyediakan fasilitas bagi pelanggan yang ingin menonton pertandingan bersama, meski tanpa penggunaan layar proyektor.
“Kalau pakai proyektor sepertinya tidak, tapi tetap ada nobar menggunakan televisi,” ungkapnya.
Menurut Syamsir, konsep sederhana tersebut sudah cukup, karena hal utama yang ingin dihadirkan adalah suasana kebersamaan antarpecinta sepak bola.
Kehadiran berbagai titik nobar ini menunjukkan bahwa euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Gorontalo.
Meski belum banyak rumah warga yang memasang atribut negara peserta, sejumlah pedagang bendera Piala Dunia mulai terlihat berjualan di beberapa titik di Kota Gorontalo.
Sebagai catatan, Piala Dunia 2026 akan diadakan di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen akan dibuka pada 11 Juni 2026 di Estadio Azteca dan akan berakhir dengan laga final pada 19 Juli 2026 di kawasan New York/New Jersey.
Edisi kali ini juga mencatat sejarah baru karena diikuti oleh 48 negara peserta dengan total 104 pertandingan, meningkat signifikan dibandingkan Piala Dunia 2022 yang hanya diikuti oleh 32 tim nasional.