TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bullying berujung maut yang dilakulan tiga orang asisten rumah tangga (ART) terhadap seorang ART berinisial RR (26) di sebuah perumahan di wilayah Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor rupanya dilakukan oleh para ART baru.
Sementara korban tewas RR merupakan ART lama di rumah tempat mereka bekerja.
Selain itu, Polsek Cileungsi juga mengungkap bahwa ketiga terduga pelaku berasal dari daerah yang sama.
Sementara korban RR merupakan ART yang berasal dari daerah yang berbeda sendiri.
"Jadi satu rumah ini ada empat orang pembantu," terang Kapolsek Cileungsi Kompol Edison, Kamis (4/6/2026).
Ketiga terduga pelaku penganiayaan berinisia J, F dan D, kata Kapolsek, berasal dari salah satu daerah di Pulau Sumatra.
Sementara korban RR satu-satunya ART asal Garut di rumah tersebut.
"Tiga ini dari daerah yang sama (wilayah Sumatra). Yang satu ini dari Garut, yang meninggal ini dari Garut," kata Edison.
Selain itu, korban ART inisial RR asal Garut ini juga merupakan pekerja paling lama di rumah tersebut.
Sementara ketiga ART terduga pelaku kekerasan itu merupakan ART baru.
"Yang Garut (korban) kerja udah lama, udah 5 tahun, lebih dulu. Yang ini (para terduga pelaku) baru 3 tahunan, 2 tahunan, setahunan," katanya.
Diketahui, dugaan penganiayaan secara bersama-sama oleh tiga orang ART terhadap satu orang sesama ART ini mengakibatkan korban RR tewas.
Ketiga ART yang diduga terlibat perundungan dengan kekerasan ini sudah diamankan Polsek Cileungsi.
Dalam video dari Polsek Cileungsi terlihat para terduga pelaku diamankan secara koperatif ke kantor Polisi.
Terduga pelaku terlihat sempat memberikan pengakuan bahwa korban tewas karena terjatuh, namun kemudian mereka mengakui telah menganiaya korban dengan cara disiram air panas dan dipukul.
Atas kekerasan yang dialami korban RR, korban meninggal dunia pada 30 Mei 2026.
Namun sementara ini Polisi masih mendalami lebih lanjut kasus ini untuk memastikan apakah ada atau tidak pelaku lain di balik tewasnya korban.