Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sebanyak 11 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan wafat di Tanah Suci hingga awal pemulangan jemaah haji tahun 2026. Mayoritas jemaah yang meninggal merupakan lanjut usia (lansia) dengan riwayat penyakit bawaan.
Kepala Balai Kekarantinaan (BKK) Mataram, Herman Nugraha mengatakan para jemaah haji yang wafat ini rata-rata sudah berusia lanjut (Lansia) disebabkan karena kelelahan dan penyakit bawaan.
"Meninggal sampai hari ini 11 orang, itu empat perempuan, tujuh laki-laki usia di atas 50 tahun. Rata-rata penyakit jantung, paru, hypertensi pokoknya berkaitan dengan penyakit bawaan," kata Herman, Kamis (4/6/2026).
Para jemaah ini ada yang wafat sebelum melaksanakan puncak ibadah haji, ada pula yang meninggal setelah melaksanakan ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Baca juga: BIZAM Sambut Kedatangan Perdana Jemaah Haji Debarkasi Lombok dari Jeddah
Herman mengungkap kondisi jemaah haji NTB di tanah suci banyak yang mengalami kelelahan setelah Armuzna, bahkan sampai saat ini ada 12 orang yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi.
"Sampai saat ini jumlah yang di rawat 12 orang, itu rata-rata lansia dan memiliki penyakit bawaan. Mereka ini ketika tidak bisa ditangani oleh petugas kesehatan kloter maka langsung di rujuk ke rumah sakit," jelasnya.
Herman mengatakan, pemulangan jemaah yang sakit ini akan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan, sama seperti waktu pemberangkatan sehingga tidak mengganggu perjalanan dari tanah suci ke tanah air.
Sebagai informasi sampai saat ini baru tiga kloter yang sudah kembali, yakni kloter pertama asal Lombok Timur, kloter kedua asal Lombok Tengah dan kloter ketiga asal Lombok Barat masih tersisa 12 kloter lagi.
(*)