Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - SMAN 14 Bandar Lampung menerapkan sistem pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa kelas XII lebih fokus menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Strategi tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, khususnya pada program studi dengan tingkat persaingan tinggi.
Salah satu hasil dari program tersebut dirasakan oleh Nersalya Azzahra, siswi kelas XII 7 SMA Negeri 14 Bandar Lampung yang berhasil lolos ke Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila).
Rasa bahagia terpancar dari wajah dara berhijab yang akrab disapa Ersalya itu setelah berhasil mengamankan kursi di jurusan yang telah lama menjadi impiannya.
Sejak kecil, Ersalya telah bercita-cita menjadi dokter. Karena itu, Fakultas Kedokteran menjadi pilihan pertama yang ia tetapkan saat mengikuti seleksi perguruan tinggi.
Untuk mewujudkan target tersebut, ia menjalani berbagai tahapan persiapan selama menempuh pendidikan di bangku SMA.
Menurut Ersalya, sekolah memberikan dukungan akademik melalui pola pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa menjelang ujian dan seleksi masuk perguruan tinggi.
Pendalaman materi dilakukan secara terstruktur agar siswa dapat lebih fokus pada bidang yang relevan dengan jurusan tujuan.
"Sekolah menerapkan sistem rolling pelajaran bagi kelas 12, terutama menjelang ujian. Pada jam pertama fokus ke pelajaran minat, lalu dilanjutkan pendalaman materi TKA sesuai peminatan, seperti Biologi dan Kimia," ujar Ersalya saat diwawancarai dalam program Saksi Kata di SMAN 14 Bandar Lampung, Rabu (3/6/2026).
Persiapan menghadapi SNBT juga tidak dilakukan secara mendadak.
Menurutnya, penguatan materi seleksi masuk perguruan tinggi sudah mulai diberikan sejak siswa berada di kelas XI semester dua.
Materi pembelajaran reguler dipadukan dengan latihan soal dan pembahasan yang berkaitan dengan UTBK sehingga siswa memiliki waktu lebih panjang untuk membangun kesiapan akademik.
Meski mendapatkan fasilitas dan pendampingan dari sekolah, Ersalya tetap berupaya meningkatkan kemampuannya secara mandiri.
Ia menyadari bahwa persaingan untuk masuk Fakultas Kedokteran sangat ketat sehingga membutuhkan usaha yang lebih maksimal.
"Saya juga mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah dan meluangkan waktu khusus untuk belajar mandiri di rumah untuk memperkuat pemahaman materi," ungkapnya.
Kombinasi antara program sekolah, dukungan keluarga, serta kedisiplinan belajar yang dijalankannya akhirnya membuahkan hasil.
Ersalya berhasil meraih cita-citanya menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Unila, sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk mempersiapkan diri sejak dini dalam menghadapi seleksi perguruan tinggi.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )