TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Harga sejumlah jenis oli kendaraan bermotor di Kabupaten Pasangkayu mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.
Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan sejak setelah Hari Raya Idulfitri 2026 dan berlangsung secara bertahap hingga saat ini.
Bahar, pemilik salah satu bengkel di Kabupaten Pasangkayu, mengatakan hampir seluruh jenis oli yang banyak digunakan masyarakat mengalami penyesuaian harga.
Menurutnya, kenaikan tidak terjadi sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit sejak pascalebaran.
Baca juga: Harga Oli di Pasangkayu Naik hingga Rp10 Ribu per Botol, Pemilik Bengkel Keluhkan Biaya Stok
"Sejak pasca-Idulfitri harga oli mulai naik sedikit demi sedikit," ujar Bahar saat ditemui di bengkelnya, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, salah satu produk yang mengalami kenaikan adalah oli MPX 2. Jika sebelumnya dijual dengan harga Rp60 ribu per botol, kini naik menjadi Rp70 ribu per botol.
Kenaikan serupa juga terjadi pada oli Yamalube Matic yang sebelumnya dibanderol Rp50 ribu per botol dan kini menjadi Rp60 ribu per botol.
Sementara itu, oli Mesran yang banyak digunakan untuk kendaraan tertentu juga mengalami penyesuaian harga dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per botol.
Adapun Yamalube Super Matic menjadi salah satu produk dengan kenaikan harga paling signifikan. Harga oli tersebut naik dari Rp80 ribu menjadi Rp95 ribu per botol.
Menurut Bahar, kenaikan harga oli tersebut mengikuti penyesuaian dari distributor. Stok oli yang dijual di bengkelnya sebagian besar didatangkan dari Donggala, Sulawesi Tengah.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga.
Namun, penyesuaian harga dari tingkat distributor membuat harga jual di bengkel ikut mengalami perubahan.
Meski demikian, kenaikan harga belum berdampak signifikan terhadap jumlah pelanggan yang datang ke bengkel untuk melakukan servis maupun penggantian oli.
Menurut Bahar, masyarakat tetap melakukan perawatan kendaraan secara rutin karena penggantian oli merupakan kebutuhan penting untuk menjaga kondisi mesin tetap prima.
"Kalau untuk pembeli masih normal. Karena mau tidak mau kendaraan tetap harus diganti olinya secara berkala," katanya.
Ia menambahkan, konsumen umumnya masih memilih merek oli yang biasa digunakan meskipun harga mengalami kenaikan.
Sebagian pelanggan hanya menyesuaikan jadwal penggantian oli sesuai kemampuan dan kebutuhan kendaraan masing-masing.
Kenaikan harga oli ini turut menjadi perhatian para pemilik kendaraan, terutama mereka yang menggunakan kendaraan setiap hari untuk bekerja maupun beraktivitas.
Bahar berharap harga oli tidak kembali mengalami kenaikan dalam waktu dekat agar tidak semakin memberatkan masyarakat.
Ia juga berharap pasokan dari distributor tetap lancar sehingga kebutuhan oli di Pasangkayu dapat terpenuhi dengan baik.
"Sampai sekarang stok masih aman. Mudah-mudahan harga bisa stabil dan tidak naik lagi," tutupnya. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan