Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operasi kelopak mata semakin populer, mulai dari membuat lipatan mata hingga mengencangkan area sekitar mata agar terlihat lebih muda.
Namun di balik tren tersebut, dokter mata mengingatkan bahwa mengejar hasil estetika berlebihan justru bisa menimbulkan masalah serius.
Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M mengatakan tindakan pada kelopak mata seharusnya tidak hanya mengejar penampilan.
Baca juga: Bukan Sekadar Estetika, Kondisi Kelopak Mata Anak Bisa Ancam Fungsi Penglihatan
Menurut dr. Tri, salah satu komplikasi yang cukup berat adalah kelopak mata tidak bisa menutup sempurna setelah operasi.
Akibatnya, permukaan mata terus terbuka.
"Kalau nanti kencang banget, realitanya nanti tidak bisa nutup, tidak bisa bergedip sempurna," katanya.
Kondisi ini membuat mata terus-menerus kering.
Jika berlangsung lama, dampaknya bisa lebih serius.
Kelopak mata memiliki fungsi penting menjaga bola mata tetap lembap dan terlindungi.
Saat fungsi ini terganggu, komplikasi bisa muncul:
Banyak pasien datang dengan keinginan mempercantik area mata.
Namun tidak semua perlu operasi.
Pada kasus tertentu, tindakan hanya dilakukan bila ada gangguan fungsi.
Sementara kasus estetik murni merupakan pilihan pasien.
Dokter Tri menjelaskan banyak pasien berharap hasil sempurna: simetris, cantik, sekaligus tanpa risiko.
Padahal anatomi setiap orang berbeda.
"Banyak pasien mengharapkan ketika di operasi hasilnya 100 persen bagus, 100 persen sempurna, 100 persen estetik dan fungsionalnya ada," ujarnya.
Karena itu komunikasi sebelum operasi sangat penting.
Dokter mata menilai fungsi dan estetika memang sulit dipisahkan.
Namun urutannya harus jelas.
"Saya sebagai dokter Mata akan mendahulukan manfaat atau fungsional dibanding hanya sekedar estetik saja," tegas dr. Tri.
Pesan ini penting terutama ketika operasi mata kini semakin mudah diakses. Sebab pada akhirnya, mata bukan hanya soal penampilan, tetapi organ yang menentukan kualitas hidup sehari-hari.