Operasi Kelopak Mata Makin Tren, Ada Risiko di Balik Iming-iming Lebih Cantik dan Kencang
Anita K Wardhani June 05, 2026 10:34 AM

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operasi kelopak mata semakin populer, mulai dari membuat lipatan mata hingga mengencangkan area sekitar mata agar terlihat lebih muda.

Namun di balik tren tersebut, dokter mata mengingatkan bahwa mengejar hasil estetika berlebihan justru bisa menimbulkan masalah serius.

Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M mengatakan tindakan pada kelopak mata seharusnya tidak hanya mengejar penampilan.

Baca juga: Bukan Sekadar Estetika, Kondisi Kelopak Mata Anak Bisa Ancam Fungsi Penglihatan


Ketika Cantik Justru Menyiksa Mata

Menurut dr. Tri, salah satu komplikasi yang cukup berat adalah kelopak mata tidak bisa menutup sempurna setelah operasi.

Akibatnya, permukaan mata terus terbuka.

"Kalau nanti kencang banget, realitanya nanti tidak bisa nutup, tidak bisa bergedip sempurna," katanya.

Kondisi ini membuat mata terus-menerus kering.

Jika berlangsung lama, dampaknya bisa lebih serius.

Tenaga kesehatan melakukan Operasi Kelopak Mata di JEC Eye Hospital Menteng  Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2024). JEC Eye Hospitals and Clinics menggagas Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata berupa pemberian 30 tindakan operasi kelopak mata secara gratis. Inisiatif ini menjadi aksi sosial bedah okuloplastik dan rekonstruksi mata pertama di Indonesia yang berfokus pada penanganan kelainan kelopak mata. Tribunnews/Jeprima
Tenaga kesehatan melakukan Operasi Kelopak Mata di JEC Eye Hospital Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2024). JEC Eye Hospitals and Clinics menggagas Bakti Sosial Operasi Kelopak Mata berupa pemberian 30 tindakan operasi kelopak mata secara gratis. Inisiatif ini menjadi aksi sosial bedah okuloplastik dan rekonstruksi mata pertama di Indonesia yang berfokus pada penanganan kelainan kelopak mata. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)


Risiko Jangka Panjang Bila Kelopak Tidak Bisa Menutup

Kelopak mata memiliki fungsi penting menjaga bola mata tetap lembap dan terlindungi.

Saat fungsi ini terganggu, komplikasi bisa muncul:

  • Mata kering kronis
  • Infeksi kornea
  • Keratitis
  • Gangguan penglihatan permanen
  • Nyeri dan iritasi berkepanjangan


Tidak Semua Keluhan Butuh Operasi

Banyak pasien datang dengan keinginan mempercantik area mata.

Namun tidak semua perlu operasi.

Pada kasus tertentu, tindakan hanya dilakukan bila ada gangguan fungsi.

Sementara kasus estetik murni merupakan pilihan pasien.

Kenapa Ekspektasi Pasien Harus Realistis?

Dokter Tri menjelaskan banyak pasien berharap hasil sempurna: simetris, cantik, sekaligus tanpa risiko.

Padahal anatomi setiap orang berbeda.

"Banyak pasien mengharapkan ketika di operasi hasilnya 100 persen bagus, 100 persen sempurna, 100 persen estetik dan fungsionalnya ada," ujarnya.

Karena itu komunikasi sebelum operasi sangat penting.

Fungsi Tetap Prioritas

Dokter mata menilai fungsi dan estetika memang sulit dipisahkan.

Namun urutannya harus jelas.

"Saya sebagai dokter Mata akan mendahulukan manfaat atau fungsional dibanding hanya sekedar estetik saja," tegas dr. Tri.

Pesan ini penting terutama ketika operasi mata kini semakin mudah diakses. Sebab pada akhirnya, mata bukan hanya soal penampilan, tetapi organ yang menentukan kualitas hidup sehari-hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.