Menjelang Piala Dunia 2026, Takefusa Kubo menegaskan bahwa Timnas Jepang sudah menunjukkan kekuatan yang luar biasa sejak periode Maret hingga Juni 2024.
Sudah sejak lama Timnas Jepang menyadari bahwa mereka akan menjadi salah satu kekuatan besar di Piala Dunia 2026.
Selama ini, Jepang belum pernah berhasil melampaui babak 16 besar dalam sejarah Piala Dunia.
Namun, kali ini peluang mereka untuk menorehkan sejarah baru tampak sangat terbuka.
Skuad asuhan Hajime Moriyasu datang ke Piala Dunia 2026 dengan kondisi terbaik yang pernah mereka miliki.
Meski langkah mereka terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2022, mereka sempat mengukir prestasi besar dengan menumbangkan dua mantan juara dunia, Jerman dan Spanyol.
Setelah turnamen tersebut, Samurai Biru juga mampu menaklukkan dua juara dunia lainnya, yakni Brasil dan Inggris, dalam laga uji coba.
Performa mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pun sangat mengesankan.
Timnas Jepang menjadi negara pertama yang memastikan tiket ke turnamen melalui jalur kualifikasi.
Wataru Endo dan rekan-rekannya kini datang ke turnamen dengan catatan enam kemenangan beruntun, termasuk lima kali mencatat clean sheet dalam lima pertandingan terakhir.
Hal yang paling mencolok dari Jepang adalah rasa percaya diri tinggi para pemainnya bahwa mereka kini benar-benar menjadi tim yang kuat.
Keyakinan tersebut diakui langsung oleh salah satu bintang mereka, Takefusa Kubo.
Pemain Real Sociedad itu mengungkapkan bahwa kesadaran akan kekuatan tim mulai muncul saat menjalani fase kualifikasi.
"Itu terjadi sekitar pertandingan keempat atau kelima di Kualifikasi Asia," ujar Kubo seperti dikutip dari situs resmi FIFA.
Timnas Jepang tampil di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, tergabung di Grup B bersama Korea Utara, Suriah, dan Myanmar.
Pertandingan keempat dan kelima yang dimaksud Kubo berlangsung pada 26 Maret 2024 dan 6 Juni 2024.
Pada periode itu, Jepang menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan.
Dalam laga keempat, mereka meraih kemenangan WO 3-0 atas Korea Utara yang menolak bertanding.
Sementara di pertandingan kelima, Jepang menghantam Myanmar dengan skor telak 5-0.
"Saat itu kami sudah memimpin grup dengan keunggulan sekitar enam poin," lanjut Kubo.
"Saya pulang dengan keyakinan bahwa kami benar-benar tim yang bagus."
"Saya merasa kami semakin percaya diri."
"Bukan hanya karena hasil, tapi juga karena cara kami bermain dan tingkat kekompakan kami sebagai satu kesatuan tim."
Takefusa Kubo juga menambahkan bahwa Jepang banyak belajar dari pengalaman di Piala Dunia 2022, di mana mereka tersingkir setelah kalah adu penalti dari Kroasia.
"Entah karena intensitas permainan kami atau detail kecil yang belum dijalankan dengan sempurna, kami sadar bahwa tim saat itu masih memiliki kekurangan," ujarnya.
"Sejarah mencatat kami kalah lewat adu penalti, tapi saya yakin ada banyak hal yang bisa kami lakukan lebih baik selama 120 menit sebelum adu penalti itu."
"Di Piala Dunia, pertandingan sering ditentukan oleh selisih yang sangat tipis."
"Karena itu, sangat penting untuk menguasai setiap aspek permainan dengan sebaik mungkin."
"Kami menyesuaikan taktik berdasarkan lawan yang dihadapi," lanjut Kubo.
"Namun secara mental, kami selalu memiliki pendekatan yang sama."
"Secara alami, kami selalu menghormati lawan, tetapi pada saat yang sama, kami yakin bahwa kami sepenuhnya mampu meraih kemenangan," pungkas Takefusa Kubo.