TRIBUNMANADO.CO.ID,BOLTARA - Sistem buka tutup akan diberlakukan di jalan Nasional yang berada di Desa Biontong, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara).
Sistem tersebut diberlakukan lantaran Jembatan Biontong akan diperbaiki.
Perbaikan tersebut akan mengganggu akses jalan kendaraan.
Baca juga: Sistem Buka Tutup Jalan akan Diberlakukan Selama Perbaikan Jembatan Biontong Boltara, Cek Jadwalnya
Diketahui jembatan tersebut merupakan akses penghubung antara provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo.
Selain jalur penghubung provinsi, jembatan Biontong juga merupakan akses terdekat antara Kabupaten Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Utara.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Utara (BPJN Sulut) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Satker PJN Wilayah II Sulut, Renly Sembiring mengatakan, jembatan Biontong akan mulai diperbaiki pada hari Selasa 8 Juni sampai dengan 16 Agustus 2026.
Adapun yang akan diperbaiki menurutnya yakni pergantian lantai jembatan.
Untuk itu pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas saat pekerjaan rehabilitasi jembatan Biontong berlangsung.
"Rekayasa yang dimaksud adalah menerapkan sistem buka tutup bagi pengguna jalan," kata Renly Sembiring, melalui WhatsApp, Jumat (05/06/2026).
Hal itu dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pekerjaan dan juga menghindari resiko bagi pengguna jalan.
Oleh sebab itu, Renly meminta agar para pengendara yang melintas untuk mengatur waktu perjalanan mereka.
"Berharap para pengendara kendaraan agar tetap mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna kelancaran arus lalulintas," harapnya.
Ia menegaskan penerapan buka tutup jalan akan dimulai sejak pekerjaan dilakukan dan itu berlaku setiap hari pukul 09.00-11.00 Wita dan pukul 13.30-14.30 Wita.
Dengan pengecualian kendaraan yang diperbolehkan melintas yakni mobil jenazah, ambulance dan pemadam kebakaran dengan kecepatan maksimum 20 km/jam.
"Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih serta mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan", pungkasnya.(PRI)