PEKANBARU – Komunitas penggemar AC Milan, Milanisti Sezione Pekanbaru, tengah menyiapkan agenda nonton bareng (nobar) untuk menyambut gelaran Piala Dunia 2026.
Kegiatan nobar tersebut menjadi wujud antusiasme komunitas dalam menyambut pesta sepak bola terbesar yang diadakan setiap empat tahun sekali itu.
Ketua (Capo) Milanisti Sezione Pekanbaru, Gerry Rionov, menjelaskan bahwa para anggota komunitas terus memberikan dukungan kepada sejumlah pemain AC Milan yang akan tampil membela negaranya masing-masing di ajang Piala Dunia.
Ia menambahkan, setiap anggota Milanisti Sezione Pekanbaru memiliki pemain dan tim nasional favoritnya sendiri. Namun, perbedaan itu tidak mengurangi kekompakan mereka dalam menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan antaranggota.
“Rencana untuk mengadakan nobar Piala Dunia sudah ada. Hanya saja, waktu pelaksanaannya masih akan dibicarakan lebih lanjut bersama teman-teman Milanisti Sezione Pekanbaru,” ujar Gerry.
Selain nobar, komunitas ini juga rutin menggelar kegiatan fun mini soccer yang menjadi ajang silaturahmi antaranggota.
Kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin Milanisti Sezione Pekanbaru. Namun, menjelang Piala Dunia 2026, semangat dan antusiasme para anggota terasa semakin meningkat.
Menurut Gerry, melalui kegiatan fun mini soccer, kebersamaan di antara para anggota semakin terjaga dan komunitas pun menjadi lebih solid.
Menyoal Piala Dunia 2026, Gerry memprediksi turnamen ini akan berlangsung lebih dinamis dengan kekuatan tim-tim yang semakin merata.
Ia mengakui bahwa proses regenerasi pemain menjadi faktor penting yang akan memengaruhi kekuatan setiap negara peserta.
“Sepak bola sekarang sudah banyak berubah. Negara-negara yang dulu selalu dominan memang masih kuat, tapi jaraknya dengan negara lain sudah tidak sejauh dulu,” ujar Gerry.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa negara-negara seperti Spanyol, Prancis, dan Inggris masih akan menjadi kekuatan utama karena regenerasi pemain mereka berjalan dengan baik.
“Setiap kali satu generasi berakhir, sudah ada generasi berikutnya yang siap menggantikan,” tambahnya.
Gerry juga menyoroti perkembangan pesat sepak bola di negara-negara seperti Maroko, Jepang, dan Australia. Menurutnya, kemajuan dalam pembinaan pemain muda dan peningkatan kualitas kompetisi domestik membuat mereka semakin kompetitif di level dunia.
Sementara untuk Italia, Gerry menilai potensi besar tetap ada. Dengan tradisi sepak bola yang kuat dan banyaknya talenta potensial, Italia hanya perlu memperbaiki proses regenerasi dan memberikan kesempatan lebih banyak kepada pemain muda agar bisa kembali bersaing di level tertinggi.
“Kalau menurut saya pribadi, dalam 5–10 tahun ke depan Prancis dan Spanyol masih akan menjadi tim yang paling menjanjikan untuk terus bersaing di papan atas dunia,” tutupnya.
(Laporan: Budi Rahmat)