TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Di Kota Surabaya, seorang remaja baru lulus SMA meninggal dunia setelah lima hari koma.
Remaja berinisial TJK (19) itu koma setelah diduga menjadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda di kawasan Manukan.
Korban mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo pada Kamis (4/6/2026), setelah mengalami cedera parah pada bagian kepala.
Baca juga: Tiga Santri Dibakar Senior di Ruangan Terkunci Setelah Laporkan Perundungan ke Pimpinan Pondok
Informasi yang dihimpun TribunJatim.com, korban sempat berpamitan dengan pihak keluarga untuk keluar rumah sendirian menuju kawasan Jalan Manukan Mukti, sekitar pukul 23.00 WIB, pada Sabtu (30/5/2026).
Hal tersebut disampaikan oleh tetangga korban Nia Sanjaya (38).
Ia memperoleh cerita panjang dari tante korban yang merawat korban sejak kecil hingga saat ini.
Nia menerangkan, korban berjalan sendirian hendak membeli minuman ringan kemasan di toko kelontong depan gapura gang permukiman rumahnya.
Ternyata, toko kelontong tujuan pertama korban sudah tutup, sehingga korban terpaksa berjalan menuju ruas sisi tengah jalan raya tersebut, untuk menuju toko kelontong di dekat SMAN 11 Kota Surabaya.
Setelah membeli barang yang diinginkan, korban didatangi oleh gerombolan remaja berjumlah empat orang.
Mereka lantas mengeroyok korban di lokasi tersebut.
Diduga gerombolan tersebut tak puas menghajar korban di lokasi tersebut, lantas mereka mengajak korban secara paksa menuju ke area sepi kawasan Jalan Tengger, sekitar pukul 02.00 WIB, pada Minggu (31/5/2026).
Setibanya di sana, mereka kembali mengeroyok korban hingga tak sadarkan diri.
Karena kondisi korban tak kunjung membaik setelah didiamkan, mereka membawa korban ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Mereka membawa korban dengan cara membonceng menggunakan motor menuju ke sebuah rumah sakit swasta kawasan Jalan Manukan Tengah.
Tak dinyana-nyana, lanjut Nia, di tengah perjalanan tubuh korban ambruk ke belakang hingga terjatuh ke tanah.
Korban lunglai, lemas tak sadarkan diri.
"Setelah itu ditaruh di belakang sempat terjatuh katanya. Itu dalam keadaan dia sudah enggak sadar gitu. Setelah itu dia digeletakkan di dekat toko yang jualan sembako," ujarnya saat ditemui awak media di rumah duka Jalan Manukan Yoso II, pada Kamis malam.
Setibanya di rumah sakit swasta tersebut, korban sempat mendapatkan penanganan medis awal.
Beberapa orang dari gerombolan itu berusaha menghubungi keluarga korban. (*)
Baca juga: Aksi Sadis 8 Pelaku Penganiayaan Ilham Pelajar SMA Bantul Terungkap dalam Rekonstruksi