TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Tingginya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Banyuwangi selama libur panjang dan cuti bersama akhir Mei hingga awal Juni 2026, tercermin dari lonjakan jumlah pengguna transportasi kereta api. Data KAI Daop 9 Jember menunjukkan Banyuwangi menjadi wilayah dengan aktivitas penumpang tertinggi di seluruh daerah operasional tersebut.
Selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026, jumlah penumpang yang naik dan turun di stasiun-stasiun Banyuwangi mencapai 77.508 orang. Angka ini terdiri dari 38.045 penumpang berangkat dan 39.463 penumpang datang.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan tingginya mobilitas tersebut menunjukkan Banyuwangi masih menjadi salah satu tujuan utama perjalanan masyarakat.
"Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa Banyuwangi masih menjadi salah satu tujuan utama perjalanan masyarakat, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun silaturahmi keluarga," kata Cahyo, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Rembug Lansia Banyuwangi Jadi Wadah Aspirasi, Ikhtiar Pembangunan Ramah Lansia
Jumlah penumpang di Banyuwangi melampaui wilayah lain yang berada dalam cakupan KAI Daop 9 Jember. Selama periode yang sama, stasiun-stasiun di Jember melayani 67.032 penumpang, sementara Kota dan Kabupaten Probolinggo mencatat 8.405 penumpang.
Adapun Kabupaten Lumajang melayani 4.105 penumpang, sedangkan Kota dan Kabupaten Pasuruan mencatat 4.046 penumpang.
Menurut Cahyo, data tersebut mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi kereta api selama masa liburan.
"Data ini menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi kereta api selama periode libur panjang," ujarnya.
Ia menambahkan, Banyuwangi selama ini menjadi wilayah dengan tingkat kepadatan penumpang tertinggi di area layanan Daop 9. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator positif bagi peningkatan konektivitas dan aktivitas ekonomi daerah.
"Kepadatan penumpang yang terjadi selama periode libur panjang dan cuti bersama menjadi bukti bahwa transportasi kereta api memiliki peran strategis sebagai penghubung antar daerah sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata," kata Cahyo.
Baca juga: Rumah di Wongsorejo Banyuwangi Terbakar, Diduga Dipicu Puntung Rokok dan LPG Meledak
Meningkatnya aksesibilitas transportasi membuat masyarakat lebih mudah menjangkau berbagai destinasi wisata maupun pusat kegiatan ekonomi di Banyuwangi.
Tingginya mobilitas penumpang juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Aktivitas kedatangan dan keberangkatan wisatawan turut menggerakkan sektor usaha lokal, mulai dari kuliner, perhotelan, transportasi lanjutan, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur panjang.
Baca juga: Jadi Best Practice Daerah Inklusif, Perkins International Gelar Lokakarya di Kabupaten Banyuwangi
Sebelumnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi mencatat sebanyak 90.968 wisatawan berkunjung ke Banyuwangi selama masa libur panjang Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila, yakni pada 27 Mei hingga 1 Juni 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari 89.870 wisatawan nusantara dan 1.098 wisatawan mancanegara.
Sejumlah destinasi wisata menjadi favorit pengunjung. Pulau Merah menempati posisi teratas dengan 11.589 kunjungan, disusul De Djawatan yang menerima 11.164 wisatawan selama periode liburan tersebut.
Tingginya angka kunjungan wisatawan dan mobilitas penumpang kereta api memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur, terutama saat momentum libur panjang nasional.