- Kuwait mengusir dua diplomat Iran seusai bandara internasionalnya dihantam rudal, Rabu (3/6/2026).
Asal muasal rudal itu masih menjadi perdebatan karena Iran dan Amerika Serikat (AS) saling menyalahkan.
Dalam pernyataan di X, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengaku telah memanggil pelaksana tugas (plt) kuasa usaha Kedutaan Besar Iran di Kuwait, Hamid Yaqoubi Far.
Pemanggilan itu bertujuan untuk menyampaikan nota protes terkait serangan di bandara.
Nota protes juga mencakup keputusan untuk mengurangi jumlah staf Kedubes Iran di Kuwait.
Dua diplomat dinyatakan sebagai persona nongrata dan diwajibkan angkat kaki dari Kuwait dalam waktu 24 jam.
Sebelumnya, Iran menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan di dekat Pulau Kharg dan Pulau Qeshm.
Teheran menilai, kedua negara tersebut memberikan dukungan terhadap AS untuk melancarkan operasi.
Kementerian Luar Negeri Kuwait membantah tuduhan tersebut karena dianggap tidak berdasar dan tak ada bukti.
Terkait serangan di bandara internasional, kerusakan parah terjadi pada terminal 1.
Hantaman rudal juga menewaskan satu orang dan puluhan lainnya terluka.
Iran menyebut, kerusakan itu disebabkan oleh rudal Patriot buatan AS yang jatuh di terminal setelah gagal mencegat rudal Iran.
Namun, penjelasan tersebut dibantah oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) di media sosial.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Tegar Melani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman