Cole Palmer dikabarkan semakin merasa 'kecewa' dengan situasinya di Chelsea dan disebut siap mempertimbangkan langkah besar untuk meninggalkan Stamford Bridge pada bursa transfer musim panas mendatang. Gelandang serang tim nasional Inggris tersebut menarik perhatian serius dari sejumlah raksasa Eropa, dengan Manchester United menjadi peminat utama dan telah lama disebut sebagai tujuan potensial bagi Palmer.
Kekecewaan Bertambah bagi Bintang Chelsea
Pemain berusia 23 tahun itu dikabarkan merasa frustrasi dengan perubahan taktik Chelsea baru-baru ini di bawah pelatih kepala Liam Rosenior, menurut laporan dari The Sun. Palmer merasa bahwa perubahan struktur permainan tersebut membuatnya kehilangan ruang yang ia butuhkan di lapangan untuk memengaruhi jalannya pertandingan seperti yang ia lakukan pada musim debutnya di London barat. Situasi tersebut diperburuk oleh kepergian Nicolas Jackson, yang bergabung dengan Bayern Munich dengan status pinjaman selama satu musim pada bulan September. Palmer dan Jackson memiliki gaya bermain yang saling melengkapi, dan tanpa kehadiran Jackson, Chelsea yang kini diperkuat Joao Pedro serta Liam Delap belum mampu membangun kembali chemistry tajam di lini depan seperti musim lalu.
Manchester United dan Raksasa Eropa Siaga Penuh
Situasi ini membuat Manchester United berada dalam kondisi siaga tinggi, bersama dengan Real Madrid dan Bayern Munich. Meskipun pihak internal Chelsea menilai status Palmer sebagai 'tidak untuk dijual' dan ia masih terikat kontrak hingga tahun 2033, klub dilaporkan mematok harga £150 juta (sekitar $200 juta) untuk sang penyerang berbakat. Palmer, yang sejak kecil merupakan penggemar Manchester United, dikabarkan merasa kurang nyaman tinggal di London. Ketertarikan United semakin kuat karena keberadaan direktur sepak bola Jason Wilcox, yang sebelumnya memimpin akademi Manchester City saat Palmer berkembang di sana. Wilcox dikenal sebagai pengagum berat Palmer dan pernah menyatakan keyakinannya bahwa "salah satu lulusan akademi City bisa memenangkan Ballon d’Or di masa depan." Dengan Wilcox dan CEO Omar Berrada memimpin proses rekrutmen, koneksi Manchester City di Old Trafford kini semakin kuat.
Periode Sulit di Stamford Bridge
Musim ini menjadi periode yang berat bagi Palmer. Kekecewaannya sempat memuncak saat Chelsea menderita kekalahan telak 3-0 dari Everton, di mana ia tertangkap kamera menunjukkan kemarahannya kepada rekan setim Pedro Neto karena menghalangi peluang emasnya untuk mencetak gol. Meski demikian, sumber internal klub menegaskan bahwa Palmer masih menunjukkan profesionalisme dan belum menyerah, walau performanya terlihat menurun dari biasanya. Penurunan performa Chelsea secara keseluruhan juga turut memengaruhi kondisi mental sang pemain. Saat ini, The Blues menempati posisi keenam di klasemen Premier League dan menghadapi perjuangan berat untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Setelah tersingkir secara memalukan dengan agregat 8-2 dari Paris Saint-Germain di kompetisi Eropa, peluang absen dari turnamen elite benua itu lagi akan semakin menyulitkan Chelsea untuk meyakinkan Palmer agar tetap bertahan.
Rencana Rekrutmen Manchester United
Meski prioritas utama Manchester United pada bursa transfer musim panas adalah memperkuat lini tengah dan sisi kiri permainan, peluang merekrut pemain sekelas Palmer dianggap terlalu berharga untuk dilewatkan. Setan Merah sebelumnya sempat berusaha mendatangkan Liam Delap sebelum pemain tersebut memilih bergabung dengan Chelsea, dan mereka kini bertekad untuk tidak kembali gagal mendapatkan talenta muda terbaik Inggris di bawah kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe.