SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Jalur Lintas Selatan (JLS) Pantai Brumbun sampai ke Pantai Sine akhirnya selesai dikerjakan.
Dengan demikian, JLS di Kabupaten Tulungagung telah selesai 100 persen, dengan total panjang hampir 60 km.
Ruas Pantai Brumbun-Sine ini sempat terkendala karena cuaca ekstrem hujan berkepanjangan, dan longsor di wilayah Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung.
Pejabat Pembuat Komitmen 2.6 Provinsi Jatim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Kementerian Pekerjaan Umum, I Made Budiana, mengatakan JLS terakhir di Kabupaten Tulungagung sudah difungsikan.
“Masyarakat bisa melintas. Tapi alat-alat belum kami tarik, karena masih dalam masa pemeliharaan,” jelasnya.
Saat ini masih ada pengerjaan kecil untuk penyempurnaan sejumlah bagian.
Baca juga: Mobil Bermuatan Ikan Baluh dari Lamongan Terguling di Pantai Gemah Tulungagung, Sopir-Kernet Terluka
Dengan selesainya ruas terakhir ini, maka masyarakat di Pantai Popoh dan sekitarnya terhubung sampai ke Kecamatan Pucanglaban, bahkan wilayah Kabupaten Blitar.
Jalur ini juga menjadi jalur wisata dengan pemandangan pegunungan dan banyak pantai.
Namun masih ada kendala, karena jalur lama dari simpang tiga Gambiran sampai simpang tiga Pantai Popoh belum ada perbaikan.
Jalur ini sebelumnya adalah jalan kabupaten untuk menuju Pantai Popoh, sebelum terhubung dengan JLS Brumbun-Sine.
“Untuk jalur lama ini nanti akan disesuaikan seperti JLS. Tapi kita lihat, menyesuaikan dengan kapasitas kendaraan,” sambung Budiana.
Peningkatan kelas jalan Gambiran-Popoh ini belum menjadi prioritas saat ini.
BBPJN masih fokus untuk menyelesaikan JLS di Kabupaten Trenggalek ke Kabupaten Pacitan yang masih kurang 40 km.
Jika dalam perkembangannya jalur ini sudah tidak bisa menampung kendaraan yang melintas, maka akan dilakukan penyesuaian jalan.
“Jika tidak menampung kendaraan yang melintas, akan dilakukan pelebaran. Namun tidak sekarang,” tugasnya.
BBPJN juga masih melakukan perbaikan kerusakan yang muncul d JLS Tulungagung-Trenggalek.
Budiana mengaku telah mengusulkan perbaikan karena ada kerusakan akibat infiltrasi air.
Pihaknya masih menunggu pola perubahan aliran air tanah, sambil menunggu turunnya anggaran perbaikan.
“Kami tetap melakukan pemeliharaan rutin, seperti sapu lubang (salub) kecil agar tidak membesar,” tutupnya.
Baca juga: Pakai Boxer Man City, Jasad Perempuan Tanpa Kepala Ditemukan Terdampar di Pantai Sine Tulungagung