Tak Terlalu Diminati, Baju Piala Dunia 2026 Tak Banyak Ditemukan di Toko Olahraga Purwokerto
rika irawati June 05, 2026 05:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Euforia masyarakat mulai terasa jelang kick off Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan kick-off pada 11 Juni 2026. 

Sebagian dari mereka mulai mempersiapkan diri mendukung tim jagoan di Piala Dunia 2026 lewat cara membeli jersey.

Namun sayang, di Purwokerto, tidak semua toko baju olahraga mengambil kesempatan tersebut untuk mendapatkan untung.

Beberapa memilih tidak menjual baju olahraga berlabel timnas negara peserta Piala Dunia 2026 karena alasan tak banyak pembeli.

Satu di antaranya, Nota Darsino (50), pemilik Toko Bandung Collection di Kompleks Kebondalem Purwokerto, Kabupaten Banyumas. 

Baca juga: Bukan Brasil, 2 Negara Ini Dinilai Punya Kualitas Komplit di Piala Dunia 2026 Versi Otavio Dutra

Nota mengatakan, dia terakhir menjual jersey tim peserta Piala Dunia pada tahun 2018.

Menurutnya, pembelinya tidak banyak.

"Kurang begitu laku. (Jersey) Persibas yang lokal saja tidak laku."

"Ini Timnas (Indonesia) saja ada beberapa, tidak terjual-jual," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (5/6/2026).

Nota mengatakan, toko bajunya cukup besar dan menjual berbagai baju olahraga. 

Beberapa di antaranya kaus lari, setelan olahraga, dan baju olahraga yang biasa dipakai guru.

Misal pun dia menjual jersey, harganya murah hanya sekira Rp60 ribuan, tapi peminatnya sedikit. 

"Kemarin dari Jakarta ada yang nawarin jersey, tapi saya tidak mau."

"Mending jual baju olahraga yang satu setel, itu paling laris, harganya Rp155 ribu," ungkapnya. 

Bukan Kewajiban

Warga Purwokerto, Wisnu Eka Wardhana (24) mengatakan, dia menjadi orang yang menantikan perhelatan Piala Dunia 2026.

Tim jagoannya adalah Timnas Inggris.

Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026 Penjualan Jersey Timnas Jepang Paling Laris, Cocok untuk Olahraga dan Casua

Dia mengatakan, sebagai penyuka sepak bola dan Piala Dunia, paling tidak memiliki satu jersey.

Tetapi, membeli setiap ada Piala Dunia, bukan hal wajib.

"Jadi, bukan yang tiap rilis desain baru terus harus beli. Tapi paling tidak, harus punya satu," katanya. 

Menurut Wisnu, memiliki jersey tim yang dijagokan adalah sebuah kebanggaan tersendiri. 

Termasuk, saat dipakai untuk olahraga ataupun nongkrong.

Bahkan, jika fans tersebut seorang kolektor, pasti setiap rilis desain baru akan membeli jersey. 

"Jadi, jersey itu menandakan kalau kita fans dari tim tersebut. Saya dari dulu fansnya Inggris dan setia menunggu Inggris juara," jelasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.