TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN 1 Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, membatasi layanan verifikasi data 100 orang setiap hari.
Langkah ini diambil untuk mencegah antrean panjang di lingkungan sekolah.
Kepala SMAN 1 Batang Sugeng mengatakan, tingginya minat masyarakat membuat pihak sekolah harus menyiapkan petugas tambahan guna membantu proses administrasi calon siswa.
“Kami siapkan tenaga administrasi untuk membantu aktivasi akun maupun pendaftaran."
"Supaya tertib, setiap harinya kami buka nomor antrean hingga 100 layanan," kata Sugeng, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Pasangan di Batang Masih Tunangan sudah Check In dan Direkam, Berakhir Putus Video Tersebar
Tahapan pengajuan akun dan verifikasi berkas berlangsung pada 3-13 Juni 2026, sedangkan pendaftaran resmi baru dibuka 15-18 Juni 2026.
Meski sistem SPMB telah berbasis online, banyak calon siswa dan orangtua tetap memilih datang langsung ke sekolah.
Selain ingin memastikan proses berjalan lancar, mereka juga memanfaatkan kesempatan untuk melihat lingkungan sekolah yang akan dituju.
"Sebetulnya, proses bisa dilakukan dari rumah secara online, tetapi masih banyak yang datang langsung karena merasa lebih yakin sekaligus ingin melihat situasi tempat belajar nantinya,” jelasnya.
Dalam SPMB 2026, SMAN 1 Batang membuka empat jalur penerimaan, yakni domisili 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.
Total daya tampung sekolah mencapai 324 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar.
Baca juga: Nyong Penjara Porah, Teriak Pria Batang Pukuli Mantan Istrinya dengan Botol
Sugeng menegaskan, seluruh proses penerimaan dilakukan secara terbuka dan harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan panitia provinsi.
Dia kembali mengingatkan masyarakat tidak mencoba jalur titipan dalam proses penerimaan siswa baru.
“Ikuti prosedur dan alur yang ditentukan. Kalau pun ada yang mencoba cara titip-titipan, tetap kami arahkan mengikuti prosedur resmi," tegasnya.
Satu di antara calon murid baru, Hasna, warga Desa Ujungnegoro, mengaku memilih SMAN 1 Batang sebagai tujuan utama karena favorit di Kabupaten Batang.
"Saya daftar ke sini karena memang sekolah favorit. Agak cemas juga karena seleksi mengandalkan nilai, tapi semoga bisa diterima," harapnya.
Tingginya animo verifikasi data sejak hari pertama menunjukkan persaingan masuk sekolah negeri unggulan di Batang diperkirakan bakal semakin ketat tahun ini. (*)