Soroti Klaim 'Less Sugar' yang Problematik, BPOM Lebih Sarankan 'Low Sugar'
GH News June 05, 2026 07:08 PM
Jakarta -

Klaim less sugar banyak ditemukan di beberapa varian produk makanan atau minuman, mengesankan bahwa produk tersebut merupakan pilihan lebih sehat. Apakah produk ini lebih benar-benar rendah gula?

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar mengatakan, istilah less sugar digunakan sebuah produk untuk mengklaim bahwa kandungan gulanya rendah dibandingkan dengan produk sejenis. BPOM sendiri menegaskan, pihaknya tidak menggunakan istilah less sugar, melainkan low sugar.

"Kalau ukurannya BPOM itu kita masuknya low sugar bukan less sugar. Kalau disebutkan low sugar itu memang kandungan gulanya kurang, kalau less sugar tergantung pembandingnya," kata Taruna dalam diskusi detikcom Leaders Forum 'Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gemuk', Jumat (5/6/2026).

Detikcom Leaders Forum  'Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gemuk'Detikcom Leaders Forum 'Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gemuk' Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto

Ia mencontohkan adanya minuman segar dengan kandungan gula 100 gram. Kemudian, ada minuman segar lainnya dengan kandungan 95 gram. Maka yang 95 gram disebut less sugar, meski bedanya tidak signifikan.

"Tapi kalau menurut ukurannya BPOM 95 gram itu sudah tinggi, sudah dapat label merah seharusnya," tuturnya.

Dengan demikian, BPOM menganut istilah low sugar, bukan less sugar yang berarti ada perbandingan dalam takaran gula. Sebuah produk yang mengklaim low sugar tidak akan memiliki izin edar jika kandungan gulanya tinggi.

"Istilah less dan low itu beda. Kalau low itu rendah kalau less itu lebih rendah dibanding, mungkin juga cuma nol koma berapa. Jadi itu pintarnya para pelaku usaha, less atau low," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.