Ngeri! WHO Ungkap Keracunan Makanan Picu 1,5 Juta Kasus Kematian
GH News June 05, 2026 07:08 PM
Jakarta -

Keracunan makanan masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di dunia. Setidaknya ada lebih dari 1,5 juta kematian yang disebabkan oleh keracunan makanan.

Analisis terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa makanan yang terkontaminasi menyebabkan lebih dari 1,5 juta kematian setiap tahun dan memicu sekitar 885 juta kasus penyakit.

Data tersebut menunjukkan bahwa keracunan makanan tidak hanya disebabkan oleh makanan basi atau pengolahan yang kurang higienis. Berbagai faktor lain, mulai dari bakteri, parasit, virus, hingga logam berat beracun, turut menjadi pemicu utama gangguan kesehatan yang berasal dari makanan.

Dilansir dari Telegraph UK (05/06/2026), menurut WHO, bakteri masih menjadi salah satu penyebab terbesar kasus keracunan makanan.

Nanas Kalengan Ampuh Obati Diare Karena Keracunan Makanan Keracunan Makanan Foto: Site News

Pada 2021, sekitar 250 ribu orang meninggal dunia setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri berbahaya. Bakteri seperti Campylobacter dan E. coli kerap ditemukan pada daging unggas yang kurang matang, susu mentah, serta buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

Kasus keracunan makanan juga banyak dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi bahan makanan yang tidak dimasak sempurna. Daging, unggas, dan produk susu yang tidak melalui proses pengolahan sesuai standar berisiko menjadi media berkembangnya mikroorganisme berbahaya.

Selain bakteri, WHO menyoroti ancaman dari bakteri Listeria yang banyak ditemukan pada produk susu yang tidak dipasteurisasi. Meski infeksinya sering kali ringan pada orang dewasa sehat, bakteri ini dapat menimbulkan dampak serius bagi ibu hamil dan bayi baru lahir, termasuk keguguran, bayi lahir mati, hingga infeksi berat pada bayi.

Keracunan makanan juga dapat dipicu oleh parasit yang mencemari bahan pangan. Organisme ini umumnya ditemukan pada sayuran yang terpapar pupuk berbahan kotoran hewan atau manusia. Parasit juga dapat mengontaminasi daging sapi dan babi yang kurang matang atau disimpan pada suhu yang tidak sesuai.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menkelaskan bahwa keamanan pangan merupakan isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. "Keamanan pangan bukanlah isu yang abstrak. Ini berkaitan dengan setiap makanan, setiap keluarga, dan setiap hari," ujarnya.

Temuan ini menjadi pengingat penting bahwa keamanan makanan tidak hanya bergantung pada kualitas bahan makanan, tetapi juga cara penyimpanan, pengolahan, dan kebersihan selama proses memasak.

Memastikan makanan matang sempurna dan higienis menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi risiko keracunan makanan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.