TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah persoalan muncul di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur MBG, adanya penghentian distribusi dan pengurangan jumlah distribusi.
Seperti yang dilakukan dapur SPPG Rintis terhadap SMPN 4 Pekanbaru, yang menghentikan distribusi MBG karena alasan persoalan pencairan dana VA.
Hal serupa juga sempat terjadi di dapur Sialang Rampai Kulim Pekanbaru yang pernah juga menghentikan distribusi dengan alasan sama.
Tidak itu saja, dapur di Sialang Rampai ini juga mengurangi jumlah yang didistribusikan.
Biasanya dua anak dalam satu rumah terima dua porsi, namun belakangan dikurangi porsinya.
Kepala Sekolah SMP Negeri 4, Rukiah.
"Iya, memang betul MBG tidak didistribusikan ke sekolah. Pihak SPPG mengatakan menunggu pencairan dana," ungkap Rukiah
Dikatakannya, anak-anak kemudian membawa bekal dari rumah untuk konsumsi makan siang.
Terkait sampai kapan MBG dihentikan, Rukiah menyebutkan pihaknya masih menunggu informasi dari pihak SPPG.
"Kita akan tunggu informasi SPPG nya. Menjelang hari Senin. Kan anak-anak juga akan ujian. Jadi belum dapat kabar lanjutannya,"jelas Rukiah.
Baca juga: MBG ke SMP Negeri 4 Pekanbaru Dihentikan Sementara, Siswa Bawa Bekal dari Rumah
Baca juga: Kasus Korupsi Jerat Eks Pimpinan BGN, Wali Murid di Pekanbaru Harap Tak Pengaruhi Penyaluran MBG
Menanggapi persoalan tersebut, Kordinator Wilayah Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau Herlin Fauzit menanggapi persoalan itu, sejauh ini semua dapur masih menjalan dengan baik.
Saat dikirimkan surat permohonan maaf dari dapur MBG Kelurahan Rintis di Pekanbaru itu, Herlin Fauzit juga tidak mau mengomentari lagi.
( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)