SURYA.CO.ID, SURABAYA - Terungkap tabiat Thomas alias TJK (19), remaja Surabaya yang tewas setelah koma lima hari di RSUD dr Soetomo Surabaya akibat dikeroyok teman-temannya di kawasan Jalan Manukan Mukti, Surabaya, pada Minggu (31/5/2026).
Thomas dikenal sebagai sosok pendiam tapi sopan.
Tewasnya Thomas akibat dikeroyok teman-temannya ini sempat membuat warga sekitar heran.
Nia Sanjaya (38) sahabat dekat mendiang ibu korban mengetahui betul bagaimana masa kecil Thomas hingga remaja dan saat ini lulus SMA.
Dikatakan Nia, Thomas anak yang sopan. Setiap bertemu dengan para tetangga atau ibu-ibu rumah tangga yang sedang duduk di depan rumah, korban selalu menyapa.
Baca juga: Sosok Remaja Surabaya yang Tewas Dikeroyok Temannya Gara-gara Sandal Ternyata Tak Punya Orang Tua
"Kalau dengan pihak-pihak ibu-ibu yang ada di sini dia tuh sopan gitu loh. Ya sangat disayangkan sampai terjadi seperti ini gitu loh," ujarnya saat ditemui surya.co.id, Kamis (4/6/2026).
Selama ini, korban tidak pernah membuat permasalahan dengan para warga atau para tetangga sekitar permukiman rumahnya. Bahkan, korban memiliki kepribadian yang cenderung baik
"Setahu saya Thomas itu enggak pernah bikin masalah yang bagaimana bagaimana sewajarnya anak-anak remaja gitu. Tapi bagi saya Thomas pribadi yang baik. Pendiam," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di dekat rumah duka, pada Kamis (4/6/2026).
Ketua RT 01 RW 01, Manukan Kulon, Wijayanto Raharjo mengatakan, korban selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik dan bersahabat. Selama ini, korban tidak pernah berbuat onar dengan para tetangga.
"Iya kayak anak-anak itu lah, iya masih wajar, gumbul-gumbul atau nyangkruk-nyangkruk gitu," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi.
Sementara itu, kakak sulung korban Hana Novia Kristiani (32) mengakui adiknya memiliki kepribadian pendiam atau cenderung introvert.
Namun, sang adik masih bisa mengakrabkan diri dengan orang lain. Itulah mengapa sang adik memiliki banyak teman.
"Jadi sekalipun dia introvert tapi dia ini banyak disukai sama orang-orang. Bahkan orangtuanya teman-temannya itu biasanya itu suka kalau misalnya Thomas itu main atau tidur di rumahnya temannya," katanya saat ditemui awak media di rumah duka.
Mewakili keluarga besarnya, Hana mengatakan, pihaknya berusaha berbesar hati menerima takdir sang adik. Namun, ia berharap pihak Kepolisian dapat menyelidiki kasus ini sampai tuntas.
"Saya berharapnya kasus ini bisa terselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku," pungkasnya.
Thomas diketahui baru lulus dari SMA negeri di kawasan Jalan Manukan Madya Kota Surabaya.
Belum juga sempat mengambil ijazah kelulusan sekolahnya, dia sudah meninggal karena dikeroyok teman-temannya.
Nia mengungkapkan, korban berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Rencananya, korban hendak mendaftarkan diri untuk memperoleh beasiswa yang difasilitasi oleh pihak sekolah.
Beberapa waktu lalu, korban sudah berusaha mempersiapkan segala sesuatunya untuk mendaftarkan diri memperoleh beasiswa.
Bahkan, korban sempat berfoto dengan kemeja warna putih untuk dicetak dalam berkas pendaftaran beasiswa.
Namun, takdir berkata lain, Nia tak menyangka bahwa foto yang hendak dipakai mendaftar beasiswa kuliah menjadi foto yang dipajang pada peti pemakaman korban di rumah duka.
"Dia tanya-tanya ke kakak-kakaknya itu bagaimana cara pengurusannya. Setelah itu si Thomas itu kan minta foto. Minta foto pakai kemeja warna putih katanya untuk persiapan untuk pendaftaran kuliah. Setelah foto dicetak. Ternyata fotonya malah untuk yang dipeti," pungkasnya seraya menahan tangis.
Thomas diketahui sudah tidak memiliki orang tua sejak kecil.
Bungsu dari empat bersaudara ini diasuh oleh tante, kakek dan neneknya di daerah Manukan Yoso II, Kota Surabaya.
Belum lama ini TJK lulus dari Sekolah Menengah Atas di Kota Surabaya.
Setelah kejadian pengeroyokan, tante nya lah orang pertama yang menjumpai TJK di rumah sakit setelah mendapat kabar dari teman-teman korban.
Baca juga: Penyebab Remaja Surabaya Tewas Dikeroyok, Sempat Digeletakkan Sebelum Dibawa ke RS, 5 Hari Koma
Sementara kakaknya, Hana Novia Kristiani (32) saat itu sedang melakukan perjalanan dinas untuk urusan pekerjaan diuar kota.
Thomas tewas setelah lima hari dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya.
Thomas menjadi korban pengeroyokan teman-temannya pada Minggu (31/5/2026) dini hari.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.
Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Raditya Herlambang mengatakan, pihaknya mengamankan beberapa orang terduga pelaku pengeroyokan terhadap korban.
Namun, mereka masih menjalani serangkaian tahapan penyelidikan dan penyidikan lanjutan atas kasus tersebut di Mapolrestabes Surabaya, hingga Kamis malam.
"Ini masih proses pemeriksaan. Perkembangan mohon waktu kami infokan," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Kamis malam.