Jalan Kaliwungu-Boja Kendal Ambles 2,5 Meter, Diduga Dipicu Lalu Lalang Truk Muatan Berat
rika irawati June 05, 2026 07:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Jalan Kaliwungu-Boja di Kelurahan Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, ambles sekitar 2,5 meter.

Titik jalan ambles berada di lajur kiri menuju arah Boja.

Kondisi ini membuat lalu lintas kerap macet, terutama saat waktu berangkat dan pulang kerja.

Kendaraan dari arah Kaliwungu maupun Boja, harus bergantian saat melintasi jalur tersebut.

Pantauan di lokasi, jalan yang ambles itu berada di tikungan dengan aspal beton yang sudah nampak miring. 

Di sana, juga telah dipasang rambu peringatan serta dijaga oleh Pak Ogah yang mengatur lalu lintas.

Baca juga: Belum 24 Jam Disegel, Tambang Galian C Sepetek Kendal Beroperasi Lagi. Polisi Lakukan Pengadangan

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Kendal Sabidin mengatakan, jalur tersebut mengalami ambles sejak lama dan akan diperbaiki dalam waktu dekat ini.

"Jadi, awalnya memang ada retakan pada cor beton. Terus kita tambal, lapisi pakai aspal," kata Sabidin, Jumat (5/6/2026).

Dijelaskannya, jalan itu amblas sepanjang 50 meter dengan kedalaman 2,5 meter. 

Menurutnya, penyebab jalan ambles karena adanya aktivitas berlebihan dari lalu lalang kendaraan berat, termasuk dump truk yang melewati jalur tersebut.

"Faktor tonase truk tetap ada, yang lewat itu banyak truk muatan sekitar 24 kubik. Jadi, kemudian jalan ambles tidak bisa dilewati," ungkapnya.

Bahas dengan BPBD

Kepala DPUPR Kendal Sudaryanto juga membenarkan hal itu. 

Dia mengatakan, jalan itu awalnya retak karena dilalui kendaraan berat. 

Jalan mulai ambles ketika musim penghujan tiba.

"Penyebab (jalan ambles) ya karena overload itu muatan truk."

"Trus gongnya itu pas musim hujan, terus ambles," sambungnya.

Dia menambahkan, jalan itu akan segera diperbaiki. 

Namun, pihaknya belum merinci besaran dan kalkulasi biayanya.

"Kita sudah survei jalannya, nanti akan kami rapatkan bersama BPBD. Karena jalan ambles selain tonase juga ada faktor alam," tuturnya.

Baca juga: Terekam CCTV, 3 Maling Curi 2 Sepeda di Teras Rumah Kepala DPP Kendal. Datang Kendarai Mobil Putih

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan, berdasarkan perkembangan terakhir dari DPUPR, tahap perencanaan perbaikan itu sudah dilakukan. 

Pihaknya kini tinggal menunggu hasil rapat untuk memastikan keputusan anggaran yang akan digunakan.

"Besok Senin, insyaallah kita ada rapat bersama Sekda untuk membahas ini," ujarnya.

Tertibkan Tonase Truk

Terpisah, Ketua Satgas MBLB Kendal Benny Karnadi menegaskan, pihaknya kini akan bertindak tegas dalam mengatur tonase truk yang lewat. 

Sejauh ini, dia masih mendapati banyak penambang menggunakan armada truk yang over kapasitas. 

Sehingga, berpotensi besar menggangu aktivitas dan menimbulkan kerusakan jalan. 

"Kami evaluasi semua. Jika ada yang tidak sesuai kapasitas jalan, kami mendorong Dishub untuk menertibkan," katanya. 

Wakil Bupati Kendal itu menambahkan, pihaknya kini akan lebih memperketat dan memperkuat pengawasan aktivitas penambangan. 

Dia sadar, persoalan tambang bukanlah masalah sepele yang bisa diselesaikan dalam waktu dekat. 

"Masyarakat yang di daerahnya ada tambang, harus menjadi masyarakat yang secara ekonomi dan infrastruktur ditata lebih baik." 

"Sehingga, tambang lebih dapat diterima masyarakat. Karena potensi PAD tambang itu luar biasa, maka optimialiasainya juga harus berdampak." tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.