TRIBUNSTYLE.COM - Kabupaten Klaten memang tengah bersinar karena wisatanya yang terus berkembang.
Namun sayang, ada fakta pilu yang masih tersimpan di daerah yang dipimpin Bupati Hamenang Wajar Ismoyo tersebut.
Hal itu berkaitan dengan kasus stunting yang masih cukup tinggi.
Stunting sendiri merupakan gangguan pada pertumbuhan anak imbas kekurangan gizi.
Tercatat ada 7.834 anak stunting di Kabupaten Klaten atau sekitar 13,39 persen.
Dikutip dari RRI, angka tersebut berdasarkan data terbaru hingga April 2026.
Dari ribuan anak stunting di Klaten, Kecamatan Bayat menjadi penyetor terbanyak.
Sementara Jogonalan menjadi kecamatan dengan angka anak stunting terendah di Klaten.
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB atau DISSOSP3APPKB Kabupaten Klaten kemudian menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) pada Kamis, 4 Juni 2026.
Acara tersebut digelar di Pendopo Kabupaten Klaten dan dihadiri sejumlah elemen.
Acara dibuka oleh Kepala DISSOSP3APPKB Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti dengan memaparkan laporan penyelenggaraan tentang latar belakang dan tujuan program Genting.
Puspo mengaku angka stunting di Klaten sebenarnya mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
Baca juga: Segarnya Umbul Nilo di Klaten, Tawarkan Sensasi Back to Nature Bagi Pengunjung, Asri Banget!
Namun ia juga tak memungkiri kalau fluktuasi data masih terus terjadi.
Oleh sebab itulah pihaknya perlu mengoptimalkan program Genting.
"Kalau dibandingkan tahun lalu, sebenarnya ada penurunan. Namun demikian, fluktuasi data ini terus bergerak naik turun. Bisa saja sekarang 13,39 persen, dan nanti di bulan Mei (atau bulan berikutnya) menjadi 13,20 persen. Untuk mempercepat penurunan ini, kita optimalkan program Genting," beber Puspa.
Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Genting, turut digelar penyerahan secara simbolis piagam penghargaan kepada lembaga atau organisasi yang telah mendukung program Genting.
Di antaranya TP PKK Kabupaten Klaten, DPC IPeKB Kab. Klaten, Dharma Wanita Persatuan Kab. Klaten, PGRI Kab. Klaten, PT. Tirta Investama Kab. Klaten, PT. Sari Husada Generasi Mahardika, IBI Kab. Klaten, Perumda Tirta Merapi Kab. Klaten, Baznas Kab. Klaten, dan Korpri Kab. Klaten.
Acara dilanjutkan dengan panel diskusi yang dimoderatori oleh Tenaga Ahli Stunting, Agung Budi Kuspratama dengan narasumber Kepala DISSOSP3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti, Ketua Tim Kerja Peran Serta Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga di Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Nasri Yatiningsih dan Ketua TP PKK Klaten Fahrani Hamenang.
(TribunStyle.com/Febriana)