SURYA.CO.ID, SURABAYA - Konsulat Jenderal Australia di Surabaya bersama komunitas lingkungan Green Generation Surabaya menggelar program Green Sustainable Program for Action and Responsibility with Konjen Surabaya (SPARKS), Jumat (5/6/2026).
Kegiatan ini digelar dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Surabaya.
Dalam momentum itu, Konjen Australia menyerahkan hibah tempat sampah pemilah botol plastik untuk Kota Surabaya.
Kegiatan yang dipusatkan di Taman Prestasi Surabaya ini menghadirkan inovasi pengelolaan sampah sekaligus edukasi lingkungan, terutama bagi generasi muda.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah tempat sampah daur ulang berbentuk kanguru sebagai ikon khas Australia.
Wadah berukuran 150 x 80 x 25 cm itu difungsikan khusus untuk botol plastik yang kemudian dipasang di tengah taman.
Baca juga: Pemkot Surabaya Minta Warga Pilah Sampah Sejak dari Rumah
Sebelum peresmian, sekitar 100 peserta mengikuti workshop pengolahan limbah tekstil yang digelar Green Generation Surabaya.
Dalam kegiatan ini, peserta diajak menyulap kaos bekas menjadi gantungan berbentuk tumblr sebagai upaya mengurangi limbah pakaian.
Selain praktik langsung, peserta juga mendapatkan edukasi singkat mengenai pemilahan sampah yang disampaikan oleh komunitas Earth Hour Surabaya.
Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, menegaskan pentingnya langkah kecil dalam membangun kesadaran lingkungan.
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan Green Sparks yang melibatkan anak muda Surabaya.
“Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang lingkungan hidup. Saya mendukung kegiatan Green Sparks dari anak-anak Surabaya untuk mengajarkan bagaimana mengolah sampah plastik agar menjadi sesuatu yang berguna,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat sangat penting dalam mengurangi sampah plastik.
“Masyarakat jangan membuang plastik atau apa pun ke lingkungan. Harus mulai dari langkah kecil. Ini langkah pertama. Dengan kemitraan melalui Green Sparks, kita bisa melakukan lebih banyak ke depan,” katanya.
Ketua Pelaksana Green Spark, Nanda Aliefira, menjelaskan bahwa workshop dimulai sejak pagi dengan rangkaian kegiatan kreatif berbasis daur ulang.
“Kami mulai pukul 08.00 dengan workshop mengolah kaos bekas menjadi produk baru. Setelah itu dilanjutkan peresmian tempat sampah hibah dari Konjen Australia,” ujarnya.
Ia menambahkan, botol plastik dipilih sebagai fokus utama karena jumlahnya paling dominan di ruang publik.
“Sampah botol plastik paling mudah ditemukan, jadi kami jadikan ikon agar lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Waspada Ledakan Emisi Metana di Surabaya, Eri Irawan: Segera Pilah Sampah dari Rumah
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Surabaya. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), M Fikser, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.
Menurutnya, bantuan tempat sampah berbentuk kanguru ini menjadi bagian dari edukasi pengelolaan sampah sekaligus mendukung revitalisasi kawasan Kalimas dan Taman Prestasi Surabaya.
“Ini bagian dari revitalisasi Taman dan Kalimas yang dilakukan Pemkot Surabaya. Kami berterima kasih kepada Konjen Australia yang memilih Taman Prestasi sebagai lokasi kegiatan sekaligus memberikan bantuan tempat sampah edukatif ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkot Surabaya terus mendorong kolaborasi lintas pihak untuk memperluas edukasi pemilahan sampah di ruang publik.
Ke depan, jenis tempat sampah akan ditambah agar masyarakat semakin mudah memilah sampah organik, plastik, hingga kaca.
“Langkah kecil seperti ini sudah menjadi edukasi penting. Harapannya masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah hingga ruang publik,” pungkasnya.