Sambung Rasa 2026 Dimulai di Desa Pesu, Bupati Klaten Bawa Layanan Jemput Bola & Serap Aspirasi
Delta Lidina June 05, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Program Sambung Rasa 2026 resmi diawali di Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Jumat (5/6/2026). 

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hadir tak sendiri, ia bersama jajaran OPD dengan membawa layanan publik langsung ke desa sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Sejak pagi, Gedung hingga lapangan Desa Pesu dipadati warga. Berbagai stan pelayanan dibuka, mulai dari layanan kesehatan, administrasi kependudukan, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, perizinan usaha, hingga layanan pengaduan masyarakat.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan Sambung Rasa kembali digelar keliling di seluruh kecamatan seperti tahun sebelumnya.

“Seperti tahun lalu kami keliling di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten. Kesempatan pertama di tahun 2026 ini kami ke Desa Pesu, Kecamatan Wedi. Kami hadir membawa berbagai macam paket bantuan. Kami juga hadir membawa berbagai macam unit pelayanan yang ada di Pemda, kami hadirkan di sini. Sekaligus, karena ini acaranya Sambung Rasa, kami juga menyerap aspirasi dari warga masyarakat,” katanya.

Selain dialog dengan masyarakat, Pemkab Klaten juga menyerahkan berbagai bantuan. Bantuan tersebut meliputi sembako, jambanisasi, bantuan pendidikan, tabungan pelajar, bantuan kursi roda, hingga santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.

Pada kesempatan itu juga diserahkan apresiasi Juara III Lomba Kampung KB tingkat Provinsi Jawa Tengah kepada Kampung KB Desa Pesu senilai Rp 1,5 juta serta dilakukan penandatanganan prasasti peresmian Aula Indrakila.

Suasana acara berlangsung meriah. Penampilan paduan suara, karawitan, dan angklung lokal menyambut kedatangan rombongan bupati. Warga dari berbagai kalangan, mulai petani, PKK, perangkat desa hingga pelajar tampak memenuhi lokasi kegiatan.

Menurut Hamenang, inti Sambung Rasa adalah memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat.

“Poin pentingnya, satu kami bisa datang secara langsung menyerap aspirasi riil warga masyarakat." 

"Kedua kami bisa menghadirkan berbagai macam unit pelayanan yang ada di Pemda supaya beliau-beliau ini bisa lebih dekat akses layanan, baik itu pelayanan kesehatan, kependudukan, koperasi, perizinan dan lain sebagainya."

"Di sisi lain kami juga menghadirkan bantuan-bantuan langsung ke warga masyarakat,” paparnya.

Melalui forum dialog, sejumlah usulan pun muncul dari masyarakat. Mulai pembangunan gedung PAUD, bantuan mobil pelayanan desa hingga perbaikan jaringan irigasi pertanian. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.