SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Pembuat tahu di Dusun Babadan, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Suwoyo (45), mengaku terpengaruh menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Harga kedelai bahan baku tahu ikut meningkat karena masih impor.
Suwoyo memilih mengurangi ukuran tahu untuk menekan biaya produksi.
“Naiknya harga kedelai sudah sekitar 4 bulan lalu, waktu rame perang dan dolar naik. Ini mau naik lagi,” ujarnya, saat ditemui SURYAMALANG.COM di tempat produksi, Jumat (5/6/2026) sore.
Sebelumnya harga kedelai Rp 9.500 kg, lalu naik menjadi Rp 10.800 seiring naiknya nilai dolar terhadap rupiah.
Kini saat dolar tembus Rp 18.000, Suwoyo sudah diberi kabar kedelai impor ini akan ikut naik.
Informasi awal yang diterimanya, kenaikan bisa tembus Rp 12.000 per Kg.
“Kalau melihat kondisi sekarang, bisa tembus Rp 12.000. Harus siap,” ujarnya.
Baca juga: Jalur Lintas Selatan Tulungagung Dibangun Sepanjang 60 Km, Menghubungkan Pantai Brumbun-Pantai Sine
Pada saat kedelai naik dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.800 per kg, Suwoyo memperkecil ukuran tahunya.
Sebelumnya, dari satu kotak loyang tahu dipotong menjadi 150 biji.
Setelah kenaikan nilai tukar dolar, 1 kotak tahu dipotong menjadi 160 biji.
“Harganya tetap Rp 1.000 per biji. Jadi ada tambahan 10 biji per kotak,” jelas Suwoyo.
Sebenarnya ada kedelai lokal yang hasilnya tahu jadi lebih enak.
Namun kedelai lokal harganya lebih mahal sementara tahunya mudah basi.
Sampai saat ini penjualan tahu masih tetap stabil.
Setiap hari Suwoyo menggiling 150 kg hingga 200 kg kedelai untuk dimasak jadi tahu.
Suwoyo menjual produknya ke Pasar Campurdarat, Ngentrong, dan Besole.
Baca juga: Mobil Bermuatan Ikan Baluh dari Lamongan Terguling di Pantai Gemah Tulungagung, Sopir-Kernet Terluka
“Ada juga yang masuk Pasar Ngemplak, dan ada yang dijual keliling ke desa-desa,” tambahnya.
Suwoyo mulai berjualan tahu dari tahun 1999, lalu merintis usaha pembuatan tahu sendiri sejak 6 tahun lalu.
Saat ini ada 4 pekerja yang setiap hari membantunya memasak kedelai.
Selain memasak untuk produksi sendiri, Suwoyo juga menerima jasa pembuatan tahu.
“Mereka bawa bahan baku kedelai ke sini, nanti saya yang memasakkan. Biayanya Rp 25.000,” paparnya.
Untuk 1 paket pembuatan tahu besar kedelainya 15 kg, disetorkan pukul 07.00 WIB, siap diambil jadi tahu pukul 12.00 WIB.
Selain biaya Rp 25.000, Suwoyo juga kebagian ampas tahu sisa proses memasak.
Menurut Suwoyo, banyak orang-orang yang kehilangan pekerjaan yang akhirnya memilih berjualan tahu.
“Yang memasak dari luar itu di luar milik saya sendiri. Kadang jumlahnya banyak, kadang juga turun,” pungkasnya.
Baca juga: Viral Isu Wakapolres Blitar Aniaya Ajudan hingga Patah Hidung, Kapolres Tegaskan Hoaks