Pemerintahan Prabowo Dinilai Jaga Kerukunan dan Keamanan Meski Diterpa Geopolitik
Eko Sutriyanto June 05, 2026 10:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemerintahan Presiden Prabowo dinilai berhasil menjaga kerukunan beragama dan keamanan meski kondisi geopolitik global sedang tidak stabil.

Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi menganggap pemerintahan Prabowo sukses menjaga kondusivitas di dalam negeri. 

“Jadi paling tinggi, tingkat keberhasilan menurut publik dari kinerja Prabowo adalah menjaga kerukunan umat beragama di 80 persen,” kata Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, Jumat (5/6/2026). 

Tingginya tingkat keberhasilan pemerintahan Prabowo dalam menjaga kerukunan umat beragama sering disampaikan saat momen pidato kebangsaan.

Prabowo sering menekankan bahwa menjaga kerukunan antaretnis, suku, dan agama adalah fondasi utama dalam menghadapi tantangan global. 

Persatuan itu dinilai mutlak agar bangsa Indonesia tidak mudah diadu domba. Selain itu, Prabowo menggeser fokus kebijakan luar negeri Indonesia ke arah yang lebih strategis dan tegas tanpa meninggalkan prinsip ‘bebas aktif’. 

Baca juga: Soal Biaya Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo, Menkeu Purbaya: Secara Logika Boleh Nombok

Seperti Indonesia memosisikan diri sebagai kekuatan menengah (middle power) yang mampu menjembatani berbagai blok kekuatan dunia.

Lalu, bergabungnya Indonesia dengan BRICS pada 2025, yang dipandang memperluas pengaruh Indonesia dalam tatanan global yang semakin multipolar. 

Kemudian, pemerintahan Prabowo memperluas kerja sama dengan berbagai negara tanpa berpihak pada satu blok tertentu, seperti India, Australia, Rusia, China dan Amerika Serikat terus diperkuat.

Tak hanya itu, pemerintahan Prabowo juga berhasil menjaga keamanan. Di sisi lain, publik menganggap Prabowo sukses menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

“Kemudian menjaga keamanan di 77,8 persen, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di 77,4 persen,” sambung Masduri. 

Di samping itu, keberhasilan pemerintahan Prabowo juga tergambar dari sektor kesehatan. Kemudian, yang tak kalah penting, sektor pendidikan juga menjadi perhatian besar dari Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. 

“Pelayanan kesehatan yang terjangkau di 75,1 persen dan pendidikan terjangkau 72,9 persen,” pungkas Masduri. 

Seperti diketahui bersama, survei Poltracking dilakukan melalui wawancara tatap muka langsung pada periode 11-17 Mei 2026, dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 responden, margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metode sampel survei menggunakan multistage random sampling.

Hasil Survei Indikator

Survei nasional Indikator Politik Indonesia sebelumnya menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Lebih dari 90 persen responden menyatakan percaya atau sangat percaya terhadap Presiden sebagai jabatan dan figur kepemimpinan nasional. 

“Trust terhadap Presiden tentu lebih tinggi dibanding approval rating-nya. Trust terhadap Presiden sebagai jabatan seringkali lebih tinggi ketimbang evaluasi kinerja atau performance-nya,” ujar Peneliti Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, dalam rilis bertajuk "Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-Lembaga Negara", Minggu (8/2/2026).

Survei nasional terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dalam survei yang sama, tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat sebesar 79,9 persen, gabungan responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas.

Angka ini dinilai relatif lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan awal pemerintahan presiden-presiden sebelumnya.

“Kalau kita bandingkan awal pemerintahan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) 2004 maupun Pak Jokowi (Joko Widodo) 2014, approval rating Pak Prabowo lebih tinggi,” katanya.

Burhan menjelaskan, kepuasan publik terhadap Presiden juga tidak dapat dilepaskan dari evaluasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional, meskipun penilaian tersebut sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial dan ekonomi responden.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.