Kisruh di BGN, HKTI Sebut Program MBG Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Buka Lapangan Kerja
Ahmad Sabran June 05, 2026 08:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Kasus hukum yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai tidak serta merta menggagalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

MBG dinilai memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat selain pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini juga mendorong perputaran ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Demikian disampaikan Ketua Harian HKTI, Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo.  Menurutnya, MBG merupakan program yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis sangat baik untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Program ini juga mendukung ibu hamil dan balita sehingga dapat membantu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bachtiar, kebutuhan bahan pangan yang besar untuk mendukung pelaksanaan MBG turut meningkatkan serapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. Kondisi ini membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha pangan lokal.

Baca juga: Hasan Nasbi Sebut Dadan Hindayana Sebagai Anak Buah Kesayangan Prabowo Subianto

“Semakin tinggi kebutuhan pangan untuk program MBG, semakin besar pula hasil produksi petani yang terserap. Dampaknya tentu sangat positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani,” katanya.

Selain meningkatkan serapan hasil pertanian, program MBG juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah. Kebutuhan tenaga kerja dalam proses penyediaan bahan pangan, pengolahan makanan, distribusi, hingga operasional dapur menjadi peluang ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Dikatakannya, program ini juga memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah karena melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga pelaku usaha jasa dalam rantai pasok pangan nasional.

“Program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah. Ada petani yang hasil panennya terserap, UMKM yang berkembang, dan lapangan kerja yang tercipta,” jelas Bachtiar.

Baca juga: BGN Kurangi Beban APBN, Dapur MBG Kini Bisa Dibiayai CSR

HKTI meyakini Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan kuat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan perekonomian daerah.

“Ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, petani semakin sejahtera, ekonomi daerah bergerak, dan pada akhirnya ketahanan pangan nasional semakin kuat,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.