Kisah Islah Bahrawi Dikuntit OTK, Dapati Kendaraan Penguntit Terparkir di Kejari Jaksel, Diduga TNI
Evan Saputra June 05, 2026 09:39 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, membagikan kisahnya dikuntit orang tak dikenal atau OTK.

Peristiwa ini terjadi pada pertengahan bulan Mei 2026 silam ketika dirinya tengah berada di Yogyakarta.

Menurut pengakuan Islah, aktivitas pengintaian ini masih terjadi hingga awal Juni.

"Pada tanggal 18 dan 15 Mei itu, ketika saya masih di Yogya, itu ada dua OTK dan bahkan dia berada di depan rumah saya itu kurang lebih 2,5 jam,” kata Islah.

Kemudian sekitar sembilan orang secara bergantian datang menggunakan motor dan mobil berbeda. 

Mereka disebut memotret dan merekam rumah Islah. Bahkan berusaha mengarahkan kamera ke dalam rumah dengan menaikkan ponsel melewati pagar setinggi sekitar 1,8 meter.

Baca juga: Sosok Chatib Basri Disebut Figur Ideal Gantikan Menkeu Purbaya, Mantan Menteri Keuangan Era SBY

Menurut tetangga Islah, para OTK juga menanyakan berbagai informasi pribadi mengenai dia dan keluarganya.

Mulai dari jumlah anggota keluarga, aktivitas anak-anaknya, lokasi kerja, hingga jadwal asisten rumah tangga.

Pada tanggal 21 Mei, Islah menjemput anaknya yang pulang dari Malaysia melalui Bandara Soekarno-Hatta. 

Dalam perjalanan menuju kawasan PIK 2 untuk makan bersama keluarga, keponakannya mencurigai sebuah mobil Avanza yang terus mengikuti kendaraan mereka.

Mobil yang dicurigai itu sempat difoto oleh keponakannya. Setelah diselidiki, mobil yang sama ditemui berada sekitar 80 meter dari rumahnya, di sebuah warung kopi. 

Pada 21 Mei malam, Islah menghubungi anaknya. Anak Islah juga merasa diikuti oleh kendaraan yang disebut memiliki ciri serupa hingga ke kantor.

Mobil itu terekam oleh dash cam sang anak. Merasa situasi semakin mengkhawatirkan, Islah mulai berkoordinasi dengan warga sekitar untuk meningkatkan ronda lingkungan.

Pada malam yang sama, warga memergoki seorang pengendara motor yang diduga membawa perangkat Direction Finder (DF), yakni alat yang menurut Islah dapat digunakan untuk melacak posisi seseorang melalui sinyal seluler.

Saat dipergoki, pengendara tersebut disebut langsung melarikan diri. Namun rekan yang diboncengnya tertinggal dan berhasil direkam warga. 

Kemudian pada 22-24 Mei, melalui rekaman CCTV dan pengamatan warga, sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pengintaian berhasil didokumentasikan. 

Islah mengeklaim terdapat sekitar tujuh hingga sembilan orang yang menggunakan empat sepeda motor dan dua mobil berbeda.

Pindah ke Safe House

Dikarenakan situasi yang kian tidak aman, pada 24 Mei Islah mengevakuasi keluarganya ke safe house.

“Saya kemudian mengevakuasi saya, keluarga saya, dan semuanya ke safe house, ke rumah pengungsian. Karena menurut saya, ini udah mulai enggak nyaman,” tuturnya.

Meski keluarga telah dievakuasi, Islah mengaku aktivitas pengintaian masih terus berlangsung. 

Hingga 1 Juni, Islah mengaku masih menemukan orang yang memotret dan merekam rumahnya. 

Menurutnya, orang tersebut terlihat berhati-hati dan menghindari kamera CCTV maupun kemungkinan pemotretan dari warga sekitar.

Baca juga: Sony Sonjaya Bakal Bongkar Skandal di Tubuh BGN, Sebut Nama-nama Besar yang Terlibat Korupsi

"Bahwa sampai tadi malam pun saya masih dikuntit," imbuhnya.

Kendaraan Penguntit Terparkir di Kejari Jaksel

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi mendapati kendaraan tak dikenal (OTK) yang membuntuti kesehariannya ditemukan terparkir di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Tanjung Barat.

"Nah besoknya saya temukan di parkir Kejaksaan pinggir jalan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Ranco," kata Islam dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Islah mendapati kendaraan sepeda motor dengan pelat nomor polisi palsu ini sama persis seperti kendaraan yang selama ini berseliweran di kawasan rumahnya.

 "Mereka kumpul dan motor ini juga yang selama ini seliweran di rumah saya memotret dan seterusnya, dua motor ini. Plat nomor ini palsu plat nomornya A," jelas dia.

Teror Diduga dari TNI

Dalam sesi wawancara, Islah menegaskan OTK yang wajahnya terekam oleh kamera CCTV sudah mereka identifikasi.

“Ada beberapa gambar yang sudah kita dapatkan, enam orang itu ternyata teridentifikasi sebagai anggota TNI. Saya perjelas, anggota TNI,” tuturnya.

“Tapi lebih jauh dari itu kita belum bisa menjelaskan ini di kesatuan mana, di satuan kerja yang mana,” sambung dia.

Sosok Islah Bahrawi

Islah Bahrawi merupakan sosok aktivis Nahdlatul Ulama (NU).

Saat ini ada menjabat sebagai Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI).

Selain itu, Islah Bahrawi juga menjadi tenaga ahli Mabes Polri.

Dalam siaran langsung, Islah mengakui bahwa kakek dan ayahnya adalah seorang kiai atau tokoh agama di Madura, Jawa Timur.

Namun, ia menolak dipanggil "gus" seperti kebanyakan anak-anak kiai lainnya.

Hal ini juga dituliskannya pada bio akun media sosial X (dulunya Twitter) miliknya @islah_bahrawi.

"Bukan Gus, apalagi Kyai. Cuitan pribadi, dan tak biasa basa basi. Penikmat baca, musik, kopi & kretek. Bukan pengurus PBNU tapi Nahdliyin organik sejak lahir," tulis Islah di akun X pribadinya.

Islah Bahrawi menulis beberapa buku diantaranya berjudul Hak Asasi Manusia dalam Pandangan Nurcholish Madjid dan Intoleransi dan Radikalisme Kuda Troya Politik dan Agama.

Mengutip laman duniasantri.com, Islah Bahrawi lahir di Bangkalan, Madura, pada 21 April 1971.

Ia merupakan putra dari pasangan H Bahrawi Qorib dan Hj Faizah Zayyadi.

Riwayat pendidikan

Islah memulai pendidikan dasar di SDN Kranggan Timur, Kecamatan Galis, Bangkalan, tahun 1977.

Kemudian pada jenjang menengah, Islah bersekolah di SMPN 1 Blega dan melanjutkan di SMAN 2 Bangkalan.

Saat duduk di bangku SMA, Islam Bahrawi mulai mondok di Pondok Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil, Demangan.

Islah tinggal bersama sang kakek, semenatar kedua orangtuanya di Jakarta masif mendukung Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Setelah lulus SMA di tahun 1989, Islah menyusul kedua orangtuanya ke Jakarta.

Islah melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sastra Universitas Nasional (Unas) sambil bekerja sebagai wartawan Suara Pembaharuan selama 2,5 tahun.

(Bangkapos.com/Tribunnews.com/Surya.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.