Panitia SMAN 1 Tasikmalaya Beri Penjelasan Terkait Anjloknya Nilai Calon Siswa Sekolah Maung
Machmud Mubarok June 05, 2026 10:35 PM

 

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Panitia Sekolah Maung buka suara terkait kegaduhan anjloknya nilai atau skor para calon siswa di SMAN 1 Tasikmalaya, Jumat (5/6/2026).

Bahkan dalam dua hari para orang tua berdatangan dan meminta kejelasan panitia pelaksana di SMAN 1 Kota Tasikmalaya.

Penurunan nilai hingga puluhan poin tersebut dipicu oleh kendala teknis dalam proses sinkronisasi dan penutupan pangkalan data dari server provinsi.

"Kalau yang kami terima di pelayanan pertama beberapa maintenance di provinsi sehingga ada perubahan dalam nilai yang awalnya besar tapi menurun," ungkap petugas pelayanan informasi SMAN 1 Tasikmalaya Elis Nurjanah kepada TribunPriangan.com, Jumat.

Elis menyebut, ada beberapa orang tua yang belum bisa memahami pemahaman dengan apa yang dimiliki anaknya terkait status sertifikat karena ada beberapa kategori.

"Soal sertifikasi a, b, c itu seharusnya masuk zona, karena memang ada kategorinya tingkat nasional maupun provinsi," jelas Elis.

Baca juga: Pelajar Asal Tasikmalaya Kecewa, Skor ke Sekolah Maung Tiba-tiba Anjlok Hingga Peringkat Turun

Baca juga: Hari Pertama SPMB Sekolah Maung di SMKN 2 Tasikmalaya Masih Sepi Pendaftar 

Ditanyai soal nilai yang mengalami perubahan, ia menuturkan ketika pihaknya mengecek dan dihitung secara manual sesuai di aplikasi.

"Sepertinya sudah sesuai dan kami juga sempat hitung secara manual hingga dicocokkan di aplikasi," ujarnya.

Namun, Elis belum bisa menjawab adanya perubahan nilai karena kewenangannya dari pihak Provinsi Jawa Barat.

"Itu yang tahu jawabannya pihak provinsi, kita hanya sekadar melihat sampai sejauh mana syarat yang ada di sistem," tambahnya.

Selain itu, untuk kategori di sekolah maung ada 4 yang diakses masing-masing calon peserta yang mendaftar.

Ia juga memberikan pemahaman ke setiap orang tua yang sempat mengeluhkan nilai anaknya anjlok.

"Jadi ketika datang mereka ke sini menggebu-gebu, tapi kita berikan pemahaman non akademik dan akademik, kita jelasin tentang sertifikat nasional dan daerah pasti berbeda nilainya, hingga bobot nilai keseluruhannya dan mereka sangat mengerti," tuturnya.

Saat ini untuk kuota sekolah maung dibagi beberapa kelas dengan jumlah peserta yang telah ditentukan sesuai kapasitasnya.

"Kuota sekolah maung 384 orang, dan ada 4 kategori, potensi akademik, akademik jalur rapot, akademik kejuaraan, keempat dari jalur organisasi dengan dibagi 12 kelas," kata Elis.(*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.