Sosok AKBP Rivanda, Kapolres Blitar Bantah Wakilnya Aniaya Ajudan, Pastikan Tidak Ada Pemukulan
Evan Saputra June 05, 2026 09:39 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Beredar kabar Wakapolres Blitar, Kompol AK, melakukan penganiayaan terhadap ajudannya, Bripda A, pada 2 Juni 2026.

Kabar tersebut bersumber dari pesan berantai melalui WhatsApp yang berbunyi, "Info dari sumber. Kejadian penganiayaan Selasa, ajudan mengalami luka-luka dan patah tulang hidung."

"Ajudan Bripda Andre kesatuan Sabhara. Pagi tadi Paminal dan Provos meminta keterangan. Untuk lebih lanjutnya langsung kontak Kapolres atau kasi Humas".

Menanggapi kabar tersebut, Kapolres Blitar, AKBP Rivanda, menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

Ia mengatakan bahwa telah dilakukan pengecekan sejak Kamis, 4 Juni 2026 malam, namun kabar tersebut tidak terkonfirmasi.

“Sudah saya cek dari semalam terkait isu tersebut tapi sampai detik ini tidak ada sesuai info tersebut nih,” ujar Rivanda melalui pesan tertulis kepada awak media, Jumat (5/6/2026).

Baca juga: Klarifikasi Sarwendah soal Ucapan Cong Dituding Ledek Ruben Onsu, Tegas Membantah: Tidak Kepada RO

“Karena saya bertemu langsung dengan obyek yang diisukan nih dan ini yang bersangkutan dalam keadaan sehat-sehat dan tidak dalam perawatan medis seperti yang diisukan,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Margono Suhendra, menambahkan bahwa Kapolres Blitar AKBP Rivanda telah merespons kabar tersebut dengan meminta konfirmasi langsung kepada Kompol AK dan dua ajudannya termasuk Bripda A.

“Pak Kapolres sudah meminta konfirmasi langsung ke Pak Waka. Dua ADC (aide-de-camp) juga sudah dipanggil satu per satu,” kata Margono kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat.

“Bahkan, sudah dipertemukan. Tapi (hasilnya) tidak ada penganiayaan itu,” ujarnya lagi.

Menurut Margono, kabar terjadinya penganiayaan tersebut telah beredar sejak dua hari terakhir, tetapi Kapolres baru dapat melakukan penelusuran di internal Polres Kamis malam.

Sosok AKBP Rivanda

AKBP Rivanda, S.I.K. adalah seorang perwira menengah Polri yang saat ini bertugas sebagai Kapolres Blitar.

Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2005.

AKBP Rivanda lahir di Jakarta, 3 Agustus 1983.

Untuk kehidupan pribadi, AKBP Rivanda diketahui memiliki istri bernama Dr. Paramitasari.

Riwayat Jabatan

  • Kapolres Tanggamus (Polda Lampung)
  • Kapolres Sumenep (Polda Jawa Timur) — Menjabat sejak April 2025 hingga awal 2026
  • Kapolres Blitar (Polda Jawa Timur) — Resmi menjabat sejak pisah sambut pada Januari 2026

Bantah Wakapolres Blitar Aniaya Ajudan

Kapolres Blitar, AKBP Rivanda, membantah keras isu liar yang menyebutkan adanya kasus dugaan penganiayaan oleh Wakapolres Blitar terhadap ajudannya sendiri.

Informasi menyesatkan tersebut, sebelumnya sempat beredar luas melalui pesan berantai di media sosial.

AKBP Rivanda menegaskan, bahwa kabar penganiayaan hingga menyebabkan luka parah dan patah tulang hidung tersebut sama sekali tidak benar.

Dirinya mengaku langsung melakukan klarifikasi internal, setelah mendapatkan informasi itu pada Kamis (4/6/2026) malam.

“Alhamdulillah tidak ada kejadian apa-apa. Tidak ada informasi seperti yang dibilang katanya hidungnya (ajudan Wakapolres) patah, tidak bisa aktivitas dan pengobatan serius,” ujar Rivanda saat memberikan keterangan kepada SURYA.co.id, Jumat (5/6/2026) sore.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, AKBP Rivanda langsung memanggil ajudan Wakapolres secara pribadi ke rumah dinas.

Ia memeriksa langsung kondisi fisik sang ajudan guna menghindari kesimpangsiuran informasi di publik.

Dari hasil pertemuan empat mata tersebut, Kapolres memastikan kondisi sang ajudan dalam keadaan sehat walafiat.

Tidak ditemukan adanya bekas luka, lebam, ataupun tanda-tanda kekerasan fisik lainnya pada wajah ajudan.

“Kemarin malam, saya tanya langsung empat mata dengan yang bersangkutan. Saya lihat fisiknya tidak ada luka."

"Kalau memang dipukul pasti ada bekas memar, apalagi kalau tulang hidung sampai patah pasti ada bekasnya,” jelasnya.

Pastikan Tidak Ada Insiden Pemukulan

Selain memeriksa sang ajudan, AKBP Rivanda juga telah meminta klarifikasi langsung dari Wakapolres Blitar.

Dari konfirmasi tersebut, Wakapolres menyatakan tidak pernah melakukan tindakan kekerasan fisik seperti yang dituduhkan dalam pesan singkat tersebut.

Saat ini, ajudan Wakapolres dilaporkan tetap bertugas dan menjalani piket seperti biasa di rumah dinas tanpa ada hambatan medis apa pun.

Berikut adalah poin penting hasil klarifikasi Polres Blitar:

  • Kondisi Fisik: Ajudan sehat walafiat, tidak ada memar maupun patah tulang hidung.
  • Status Dinas: Tetap aktif bertugas piket di rumah dinas seperti biasa.
  • Konfirmasi Internal: Baik ajudan maupun Wakapolres membantah adanya insiden kekerasan.

Pihak Polres Blitar kini tengah mendalami asal-usul pesan berantai yang menyebarkan informasi palsu tersebut.

Meski sempat beredar di luar, pesan hoaks itu dipastikan tidak mengganggu lingkungan internal Polres Blitar.

“Kami juga ingin tahu dari mana pesan itu berasal. Kami hanya ingin tahu bagaimana ceritanya bisa keluar informasi seperti itu,” pungkas AKBP Rivanda.

(Bangkapos.com/Surya.co.id/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.