Sosok Chatib Basri Disebut Figur Ideal Gantikan Menkeu Purbaya, Mantan Menteri Keuangan Era SBY
Evan Saputra June 05, 2026 09:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Sosok Chatib Basri disebut-sebut sebagai figur ideal menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).

Pergantian Purbaya sebagai Menteri Keuangan belakangan santer diperbincangkan seiring melemahnya rupiah yang tembus Rp18.039 per Dolar AS.

Menurut pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung, sosok Chatib Basri dinilai sebagai salah satu figur yang memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan saat ini.

Rocky menyoroti rekam jejak Chatib Basri yang pernah menjabat Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu, Chatib juga dikenal aktif di berbagai forum ekonomi internasional dan memiliki pengalaman akademik di lingkungan Harvard Kennedy School, AS.

Menurut Rocky, keunggulan Chatib bukan hanya terletak pada kemampuan teknis ekonomi, tetapi juga pemahamannya terhadap hubungan antara ekonomi, politik, dan keadilan sosial.

Baca juga: Klarifikasi Sarwendah soal Ucapan Cong Dituding Ledek Ruben Onsu, Tegas Membantah: Tidak Kepada RO

Sosok Chatib Basri

Dikutip TribunJakarta.com dari blog pribadinya, Chatib Basri lahir di Jakarta, pada 22 Agustus 1965. 

Dia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari UI pada 1992, serta Master of Economic Development pada 1996 dan Doctor of Philosophy (Ph.D) bidang ekonomi pada 2001 dari The Australian National University. 

Basri pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sejak Februari 2020 dan Presiden Komisaris PT XL Axiata Tbk di tahun yang sama. 

Dia juga pemilik firma konsultan riset yang berbasis di Jakarta, CReco Research, serta aktif menjadi dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI. 

Dia juga merupakan anggota dewan penasihat internasional, seperti Dewan Penasihat Bank Dunia terkait gender dan pembangunan, Kelompok Pakar Tingkat Tinggi Independen mengenai iklim keuangan untuk COP27 dan COP28, serta Dewan Penasihat di Pusat Analisis Makroekonomi Terapan The Australian National University. 

Karier Basri di pemerintahan dimulai sebagai Anggota Tim Penasihat Tim Nasional untuk Perundingan Perdagangan Internasional Indonesia (2005-2012). 

Kemudian, dia menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan (2006-2010), Wakil Menteri Keuangan untuk G20 (2006-2010), dan Sherpa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 (November 2008). 

Selanjutnya, Basri ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Presiden RI (2010-2012), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012-2013, dan terakhir menjadi Menteri Keuangan (2013-2014). 

Lalu di 2024, Presiden Prabowo Subianto melantik Chatib Basri sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Disebut Sosok Ideal Gantikan Purbaya

Isu pergantian jabatan yang diduduki Purbaya itu, setelah muncul spekulasi mengenai kemungkinan masuknya ekonom senior Chatib Basri ke jajaran pemerintahan.

Dalam perbincangannya bersama jurnalis Hersubeno Arief di kanal YouTube Hersubeno Point, Jumat (5/6/2026) pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung mengaku mendengar berbagai keresahan terkait kondisi ekonomi Indonesia saat ini. 

Menurutnya, situasi tersebut membuat publik menaruh harapan besar pada sosok yang dinilai mampu mengembalikan kepercayaan pasar.

Rocky menyebut nama Chatib Basri sebagai salah satu figur yang memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan tersebut.

"Banyak orang yang cemas dengan ekonomi Indonesia dan menginginkan ada kepastian. Nama Chatib Basri sudah beredar cukup lama karena dianggap punya reputasi dan kemampuan yang dibutuhkan," kata Rocky.

Menurut Rocky, posisi Menteri Keuangan (Menkeu) memiliki peran yang sangat strategis karena tidak hanya mengelola arus kas negara, tetapi juga menjadi wajah ekonomi Indonesia di mata investor global.

Ia menilai seorang Menteri Keuangan harus mampu memberikan sinyal positif kepada pasar sekaligus menjaga agar kebijakan ekonomi tidak terlalu dipengaruhi kepentingan politik jangka pendek.

Baca juga: Sony Sonjaya Bakal Bongkar Skandal di Tubuh BGN, Sebut Nama-nama Besar yang Terlibat Korupsi

Rocky menyoroti rekam jejak Chatib Basri yang pernah menjabat Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu, Chatib juga dikenal aktif di berbagai forum ekonomi internasional dan memiliki pengalaman akademik di lingkungan Harvard Kennedy School, AS.

Menurut Rocky, keunggulan Chatib bukan hanya terletak pada kemampuan teknis ekonomi, tetapi juga pemahamannya terhadap hubungan antara ekonomi, politik, dan keadilan sosial.

"Chatib Basri mengerti political economy analysis, bukan sekadar ekonomi moneter. Itu penting karena ekonomi tidak hanya soal angka dan model, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik," ujarnya.

Ia menambahkan, reputasi internasional Chatib dapat menjadi modal penting untuk mengembalikan keyakinan investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Rocky juga menyinggung beratnya tantangan yang dihadapi Menteri Keuangan saat ini.

Menurutnya, pelemahan kepercayaan pasar tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan moneter.

Ia menilai kondisi fiskal negara dan dinamika politik turut menjadi faktor yang sangat menentukan persepsi investor.

"Menjaga fiskal itu bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal politik. Investor melihat apakah kebijakan pemerintah konsisten dan mampu dijalankan dengan dukungan politik yang memadai," katanya.

Karena itu, Rocky menekankan bahwa siapa pun yang memimpin Kementerian Keuangan harus memiliki determinasi kuat dalam menghadapi realitas ekonomi yang penuh tekanan.

Isu Purbaya Dicopot

Di tengah melemahnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan memerahnya indeks harga saham gabungan (IHSG), muncul isu di media sosial bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya dirumorkan akan digantikan oleh Muhammad Chatib Basri yang pernah menjadi Menteri Keuangan pada penghujung era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni dari 21 Mei 2013 hingga 20 Oktober 2014.

Namun, kedua isu itu dibantah langsung oleh Purbaya. “Tidak ada. Itu rumor,” kata Purbaya ketika menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Kamis, (4/6/2026).

Purbaya tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai isu dia mundur ataupun mengenai isu perombakan kabinet.

“Sampai saat ini itu yang saya tahu,” katanya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga membantah bahwa Purbaya akan dicopot presiden.

"Tidak ada, tidak ada rencana pergantian (Menteri Keuangan)," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Prasetyo berkata pemerintahan Prabowo kini lebih mengedepankan penguatan koordinasi antarotoritas ekonomi guna menjaga stabilitas perekonomian nasional dibandingkan membahas isu pergantian pejabat.

Pemerintah menaruh perhatian besar pada sinergi kebijakan antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

(Bangkapos.com/Wartakotalive.com/TribunJakarta.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.