TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember memastikan tidak ada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tutup permanen, akibat pencairan dana bantuan pemerintah (Banper) dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi bahwa salah satu SPPG di Jember tidak memproduksi dan mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis karena dana Banper belum cair.
Ketua Harian Satgas MBG Jember, Indra Tri Purnomo, mengatakan telah mendengar informasi tersebut dari media sosial. Namun hingga kini belum menerima laporan resmi terkait penghentian operasional SPPG karena persoalan pendanaan.
"Namun secara resmi kami belum mendapatkan laporan dari KPPG (Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi). Karena yang punya data resmi dia," ujar Indra saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Guru dan Murid SDN Selolembu Bondowoso Jadikan Limbah MBG Bibit Pohon dan Pupuk Organik
Indra menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jember saat ini tengah melakukan supervisi terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut. Total terdapat 209 unit SPPG yang menjadi objek pengawasan.
Hasil supervisi menunjukkan tidak ada dapur SPPG yang menghentikan operasional secara permanen karena persoalan yang terjadi di BGN.
"Tidak ada yang tutup, memang ada yang kami rekomendasikan suspend (tidak beroperasi sementara) namun karena kasus keracunan kemarin, dan kebakaran," tegasnya.
Menurut Indra, penghentian sementara hanya berlaku untuk SPPG yang mengalami kejadian luar biasa pada pekan ketiga Mei 2026. Dua unit yang direkomendasikan tidak beroperasi sementara adalah SPPG Kaliwates 3 dan SPPG Sumbersari 2.
Baca juga: Hasil Uji Lab Menu MBG Penyebab Keracunan 22 Anak TK Jember, Terdapat Bakteri Staphylococcus
SPPG Kaliwates 3 masih menjalani sanksi dari BGN menyusul kasus keracunan yang terjadi sebelumnya. Sementara itu, penghentian operasional lainnya berkaitan dengan insiden kebakaran.
Indra yang juga menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Pemkab Jember menambahkan, proses supervisi terhadap seluruh SPPG telah selesai dilakukan. Saat ini, pihaknya hanya melengkapi sejumlah dokumen administrasi yang masih kurang.
Anggota Satgas MBG Jember, Ahmad Hoirozi, juga memastikan tidak ada SPPG yang ditutup karena dana Banper belum dicairkan.
Menurutnya, seluruh SPPG telah menerima top-up pendanaan sehingga kebutuhan operasional jangka pendek tetap dapat dipenuhi.
"Karena hari ini semua SPPG sudah top-up, dan kemungkinan Senin pekan depan akan cair," ujar Hoirozi.
Ia menjelaskan, meskipun terjadi pergantian pimpinan di BGN yang sempat dikhawatirkan memengaruhi proses pencairan Banper, kondisi tersebut tidak berdampak pada aktivitas pelayanan di dapur MBG.
Anggaran operasional yang tersedia sebelumnya masih cukup untuk menutupi kebutuhan pelaksanaan program dalam beberapa hari terakhir.
"Namun hari ini sudah tidak ada masalah lagi karena sudah top-up," imbuh anggota DPRD Jember tersebut.