Demi Kenyamanan Penumpang, Terminal Purabaya Kebut Pembersihan Sampah Dan Selokan
Wiwit Purwanto June 05, 2026 09:32 PM


 
SURYA.CO.ID SIDOARJO - Tumpukan sampah yang terlihat di sejumlah sudut Terminal Purabaya, Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, akhirnya mendapat perhatian serius dari pengelola.

Demi menjaga kenyamanan penumpang dan kebersihan lingkungan, petugas dikerahkan menyisir seluruh area terminal yang selama beberapa hari dipenuhi sampah.

Pemandangan kurang sedap paling mencolok terlihat di area belakang terminal yang menjadi lokasi parkir bus. Selain sampah plastik dan bungkus makanan yang berserakan, sejumlah saluran air juga tertutup sampah sehingga mengganggu kebersihan lingkungan terminal.

Tidak hanya di area parkir, sampah juga ditemukan di beberapa sisi terminal hingga shelter keberangkatan penumpang. Kondisi tersebut mendorong pengelola untuk melakukan pembersihan secara menyeluruh.

Hingga Jumat (5/6/2026), petugas kebersihan masih terus menyisir berbagai titik di terminal yang dikenal sebagai salah satu terminal terbesar di Indonesia tersebut.

Baca juga: Hibah Tempat Sampah Pilah Botol Plastik dari Konjen Australia, Dukung Pengolahan Sampah Surabaya

Hanya Empat Petugas Bersihkan Area Seluas 12 Hektare

Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purabaya Surabaya, Verie Sugiharto, mengatakan pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan seluruh personel kebersihan yang tersedia.

"Dengan segala keterbatasan personel menuntut kami bekerja efektif. Empat tenaga kebersihan kami kerahkan simultan dan berkelanjutan. Mulai kemarin hingga besok sampai bersih," kata Verie.

Ia memimpin langsung proses penyisiran dan pengangkutan sampah yang menumpuk di berbagai area terminal. Sejumlah petugas Garnisun dan staf Terminal Purabaya juga turut mengawasi jalannya kegiatan pembersihan.

Menurut Verie, menjaga kebersihan lingkungan terminal menjadi bagian penting dalam upaya memberikan pelayanan yang nyaman bagi masyarakat. Terlebih, sejumlah selokan di area terminal juga dipenuhi sampah yang berpotensi mengganggu kelancaran saluran air.

Baca juga: Kader Masberling Study Tiru Mengelola Sampah Organik dan Pembuatan Biopori di Malang 

"Petugas kami terbatas. Kami akan berusaha seoptimal mungkin. Tapi kami juga meminta bahwa menjaga lingkungan, membuang sampah pada tempatnya adalah tugas bersama. Jangan dibebankan kepada kami semata," kata Verie.

Ia menjelaskan, saat ini hanya terdapat empat petugas outsourcing yang bertugas menjaga kebersihan area terminal dengan luas mencapai sekitar 12 hektare. Sementara sejumlah pegawai internal difokuskan untuk membersihkan area kedatangan dan lobi utama terminal.

Gandeng Tenant dan Paguyuban Jaga Kebersihan Terminal

Selain melakukan pembersihan intensif, pengelola Terminal Purabaya juga berupaya membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih.

Dalam beberapa hari ke depan, aspek kebersihan akan menjadi salah satu fokus utama pengelola selain faktor keamanan dan kenyamanan penumpang.

Verie mengungkapkan pihaknya telah menjalin kolaborasi dengan para tenant dan paguyuban mitra yang beraktivitas di lingkungan terminal untuk bersama-sama menjaga kebersihan.

Melalui kerja sama tersebut, seluruh pihak yang beroperasi di Terminal Purabaya diharapkan memiliki kepedulian yang sama terhadap kebersihan lingkungan.

"Kami juga tak henti-hentinya mengedukasi tenant hingga asongan untuk bersama-sama menjaga lingkungan bersih. Penumpang juga jangan buang sampah sembarangan. Tak ada sanksi memang. Tapi mari menjaga lingkungan bersama-sama," kata Verie.

Pengelola berharap kesadaran kolektif dari pedagang, tenant, penumpang, hingga masyarakat yang beraktivitas di terminal dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, bersih, dan sehat bagi seluruh pengguna jasa transportasi.
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.