26 Kecamatan Bakal Disambangi, Sambung Rasa 2026 Dimulai dari Wedi
Delta Lidina June 05, 2026 09:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten resmi memulai Program Sambung Rasa 2026 dari Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Jumat (5/6/2026). 

Program unggulan yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat secara langsung itu akan digelar secara bergilir di 26 kecamatan se-Kabupaten Klaten sepanjang tahun ini.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hadir bersama perwakilan jajaran Forkopimda, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, BUMD, hingga mitra pelayanan publik. Tidak hanya berdialog dengan warga, rombongan juga membawa berbagai layanan pemerintahan langsung ke desa.

Sejak pagi, warga memadati Gedung Serbaguna Desa Pesu dan area pelayanan yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Berbagai stan pelayanan tampak melayani masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, administrasi kependudukan, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, perizinan usaha, hingga layanan pengaduan masyarakat.

Dalam keterangannya setelah kegiatan, Hamenang menegaskan Sambung Rasa akan kembali menyasar seluruh kecamatan seperti tahun sebelumnya.

SAMBUNG RASA 2026 - Pelaksanaan Program Sambung Rasa 2026 di Gedung Serbaguna Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Jumat (5/6/2026).
SAMBUNG RASA 2026 - Pelaksanaan Program Sambung Rasa 2026 di Gedung Serbaguna Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Jumat (5/6/2026). (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

"Sambung Rasa untuk tahun 2026 seperti tahun lalu kami keliling di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten. Kesempatan pertama di tahun 2026 ini kami ke Desa Pesu, Kecamatan Wedi," ucap Bupati. 

Ia memastikan tak hadir dengan tangan kosong. 

"Kami hadir membawa berbagai macam paket bantuan. Kami juga hadir membawa berbagai macam unit pelayanan yang ada di Pemda, kami hadirkan di sini." 

"Karena ini acaranya Sambung Rasa, kami juga menyerap aspirasi dari warga masyarakat," katanya.

Menurut Hamenang, program tersebut dirancang untuk memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat. 

Selain itu guna memudahkan akses pelayanan, pemerintah juga dapat mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi warga di lapangan.

"Poin pentingnya, satu kami bisa datang secara langsung menyerap aspirasi riil warga masyarakat."

"Kedua kami bisa menghadirkan berbagai macam unit pelayanan yang ada di Pemda supaya beliau-beliau ini bisa lebih dekat akses layanan, baik itu pelayanan kesehatan, kependudukan, koperasi, perizinan dan lain sebagainya," tegasnya.

Ia melanjutkan, kehadiran pemerintah di desa juga menjadi sarana menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Di sisi lain kami juga menghadirkan bantuan-bantuan langsung ke warga masyarakat," paparnya.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi mencuat. Di antaranya usulan pembangunan gedung PAUD, bantuan kendaraan operasional pelayanan desa, hingga perbaikan jaringan irigasi pertanian.

Salah satu perwakilan petani Edi Sulistyo, mengeluhkan kondisi saluran irigasi yang mengalami kebocoran di beberapa titik sehingga menghambat distribusi air ke lahan pertanian.

Menanggapi hal itu, Bupati menyebut usulan perbaikan irigasi berpeluang direalisasikan lebih cepat.

"Alhamdulillah untuk saluran irigasi mungkin bisa kita kerjakan di tahun ini. Untuk yang lainnya mungkin tahun depan," tutupnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.