TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bitung turut ambil bagian dalam penertiban dan pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Kegiatan ini menyasar dua lokasi, yakni SPBU BCL Manembo-nembo dan SPBU Giper, Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Jumat (5/6/2026).
Operasi gabungan tersebut melibatkan personel dari Unit Tipidter Satreskrim dan Satlantas Polres Bitung, yang bersinergi dengan Dinas Perhubungan serta Dispenda Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung.
Dalam aksi ini, jajaran Satlantas Polres Bitung melakukan pemeriksaan fisik dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) secara acak terhadap belasan kendaraan.
Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.
"Personel melakukan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata, ada pengendara tak pakai helm, TNKB di kendaraannya dan knalpot tidak standar langsung dilakukan teguran," kata Kasatlantas Polres Bitung AKP Dwi Dea Anggraini dalam pesan tertulis yang dikirim Kasi Humas Polres Bitung AKBP Abdul Natip Anggai kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).
Menurut AKP Dwi Dea Anggraini, langkah yang diambil bersama personel gabungan dan Pemkot Bitung ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Ia menambahkan, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui edukasi dan imbauan agar masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban serta mematuhi aturan yang berlaku.
Selain pengawasan BBM, petugas juga menjaring kendaraan yang tidak taat pajak saat melintas di sekitar kedua SPBU tersebut.
Hasilnya, sebanyak 50 kendaraan roda dua dan roda empat kedapatan menunggak pajak.
Pemilik kendaraan langsung diberikan teguran di tempat oleh Satlantas Polres dan Dispenda Kota Bitung.
Di lokasi yang sama, personel gabungan juga mendapati antrean sekitar 10 unit truk yang hendak mengisi BBM jenis Solar.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan acak terhadap puluhan kendaraan tersebut.
Dari hasil pencocokan antara barcode pengisian dan nomor polisi (nopol) kendaraan, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran.
Seluruh data identitas kendaraan telah sesuai antara STNK dan fisik kendaraan.
Tak hanya itu, personel gabungan juga memeriksa tangki kendaraan yang dicurigai telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah tidak wajar.
Namun, hingga operasi berakhir, petugas belum menemukan adanya indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini