Dorong Atlet Muda Tak Mudah Menyerah, Kevin Sanjaya Cerita Perjuangan Lolos Audisi Umum PB Djarum
Abdul Azis Alimuddin June 05, 2026 11:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Kevin Sanjaya Sukamuljo (30) membagikan kisah perjuangannya menembus Audisi Umum PB Djarum, Jumat (5/6/2026).

Diceritakan dalam sesi meet and greet di booth Djarum Foundation pada ajang Polytron Indonesia Open 2026, di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Di hadapan ratusan badminton lovers, Kevin mengenang perjalanan awal kariernya sebagai pebulutangkis.

Ia menegaskan jalan menuju PB Djarum tidak selalu mulus karena sempat gagal saat pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada 2006.

Saat itu, Kevin harus menerima kenyataan tidak lolos seleksi.

Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah.

Pebulutangkis kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, itu justru menjadikannya sebagai motivasi untuk berlatih lebih keras demi mewujudkan impiannya bergabung dengan PB Djarum.

"Saya tidak mau menyerah begitu saja. Tahun berikutnya saya mencoba lagi. Diterima. Dari situ saya belajar, kegagalan bukan alasan berhenti, justru harus menjadi motivasi untuk bangkit dan mencoba kembali," ujar Kevin.

Bergabung dengan PB Djarum menjadi titik penting dalam perjalanan karier Kevin menuju level dunia.

Melalui program pembinaan dan latihan intensif, ia berkembang menjadi salah satu pebulutangkis ganda putra terbaik Indonesia dengan berbagai gelar bergengsi di level internasional.

Kevin bahkan mencatatkan hattrick gelar Indonesia Open pada 2018, 2019, dan 2021 bersama pasangannya, Marcus Fernaldi Gideon.

Turnamen Indonesia Open sendiri tidak digelar pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Berbekal pengalaman itu, Kevin berharap pebulutangkis muda yang ingin mengikuti Audisi Umum PB Djarum tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.

"Proses setiap atlet berbeda-beda. Ada langsung berhasil, ada juga yang harus mencoba beberapa kali. Terpenting terus berlatih, memperbaiki kekurangan, dan tetap percaya dengan kemampuan diri sendiri. Saya pernah mengalami gagal lebih dulu sebelum akhirnya bisa bergabung dengan PB Djarum," katanya.

Legenda bulutangkis Indonesia, Sigit Budiarto, Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, menjelaskan audisi bukan sekadar proses seleksi atlet muda.

Audisi Umum PB Djarum merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem bulutangkis Indonesia melalui proses pencarian dan pembinaan talenta-talenta muda dari berbagai daerah.

"Tugas utama kami mencari pemain-pemain muda yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Audisi juga menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem bulutangkis Indonesia agar terus melahirkan generasi-generasi baru yang mampu mengharumkan nama bangsa," ujar Sigit.

Persaingan bulutangkis dunia semakin ketat menuntut adanya regenerasi atlet secara berkelanjutan.

Karena itu, pencarian bakat tidak bisa hanya mengandalkan pemantauan turnamen, tetapi juga perlu dilakukan melalui audisi terbuka.

"Dengan adanya audisi umum, kesempatan menjadi lebih luas. Anak-anak dari berbagai daerah bisa datang, bertanding, dan menunjukkan kemampuan mereka," katanya.

"Kami tidak hanya mencari bakat, tetapi juga ingin menumbuhkan kecintaan mereka terhadap bulutangkis sejak usia dini. Ketika mereka sudah mencintai olahraga ini, maka akan muncul semangat untuk berkembang dan berprestasi," Sigit menambahkan.

Ia optimistis Indonesia akan terus melahirkan pebulutangkis hebat apabila proses pembinaan dan pencarian bakat secara konsisten.

"Saya yakin akan selalu ada Kevin-Kevin baru, atlet-atlet hebat baru yang lahir dari Indonesia. Tugas kami menemukan mereka lebih awal dan memberikan pembinaan yang tepat agar potensi tersebut bisa berkembang maksimal," jelasnya.

Tahun ini, Audisi Umum PB Djarum digelar di tiga kota, yakni Pekanbaru pada 7-12 Juli, Makassar pada 4-9 Agustus, dan Kudus pada 8-13 September 2026.

Audisi menyasar atlet kelompok usia U-11, KU 11, dan KU 12 putra maupun putri.

Rangkaian seleksi diawali dengan tahap screening menggunakan sistem gugur.

Pertandingan berlangsung satu game hingga 21 poin tanpa deuce dengan perpindahan lapangan saat poin ke-11.

Peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap turnamen.

Untuk pelaksanaan di Pekanbaru dan Makassar, Super Tiket diberikan kepada juara putra dan putri.

Sementara di Kudus, Super Tiket diberikan kepada semifinalis sektor putra dan finalis sektor putri.

Para peraih Super Tiket selanjutnya akan mengikuti tahap karantina selama empat minggu, mulai 14 September hingga 9 Oktober 2026.

Setelah melalui dua fase eliminasi, hasil akhir Audisi Umum PB Djarum 2026 akan diumumkan pada 10 Oktober 2026.

Peserta dinyatakan lolos akan menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis dan resmi bergabung dengan PB Djarum.

Pendaftaran Audisi Umum PB Djarum 2026 dilakukan secara daring melalui laman resmi PB Djarum dan telah dibuka sejak 6 April hingga 1 September 2026 pukul 23.59 WIB.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.