AJIVE 2026 Digelar di Undana, Perkuat Kerja Sama Indonesia–Jepang untuk Kesehatan Hewan
Oby Lewanmeru June 06, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menjadi tuan rumah penyelenggaraan 10th International Symposium of the Association of Japan–Indonesia Veterinary Education (AJIVE) 2026, yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta pemangku kepentingan di bidang kedokteran hewan dan peternakan dari Indonesia dan Jepang.

Kegiatan yang berlangsung di Grha Universitas Nusa Cendana, Jumat (5/6/2026), dibuka secara meriah dengan penampilan tarian tradisional Rote sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya lokal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Simposium internasional yang digelar pada 5–7 Juni 2026 ini mengusung tema "Strengthening AJIVE Collaboration in Sustaining Animal Health” atau memperkuat kolaborasi AJIVE dalam mendukung kesehatan hewan yang berkelanjutan.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Undana sebagai tuan rumah penyelenggaraan AJIVE ke-10. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi akademik dan riset dalam menjawab berbagai tantangan di bidang kesehatan hewan.

Baca juga: Rumah Sakit Umum Undana Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

“Kami sangat mendukung kegiatan akademik seperti ini sebagai bagian dari penguatan riset. Di tempat ini kita akan berdiskusi bersama para pakar dari seluruh Indonesia dan mitra dari Jepang untuk menghasilkan berbagai solusi terhadap tantangan-tantangan di bidang kedokteran hewan,” ujarnya.

Perwakilan dari Yamaguchi University Jepang, Prof. Kiyoshi Kano dari Joint Faculty of Veterinary Medicine, menyampaikan terima kasih kepada Undana atas persiapan dan penyelenggaraan AJIVE 2026 yang dinilai berjalan dengan sangat baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Undana yang telah mempersiapkan kegiatan AJIVE ke-10 ini dengan baik. Kami berharap kerja sama antara Indonesia dan Jepang dapat semakin erat, tidak hanya di bidang kedokteran hewan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Aceh, Prof. Teuku Reza Ferasyi, yang hadir mewakili Ketua AJIVE sekaligus Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI), menegaskan bahwa forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang interaksi akademik, tetapi juga melahirkan berbagai kolaborasi penelitian bersama.

“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjalin interaksi secara akademik, tetapi juga menghasilkan riset bersama yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan hewan,” ujarnya.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi, mengatakan penyelenggaraan AJIVE 2026 merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kemitraan internasional guna mendukung kesehatan hewan yang berkelanjutan melalui pendekatan One Health, yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Ia mengaku bangga karena FKKH Undana dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang melibatkan 23 institusi anggota AJIVE, terdiri dari 13 institusi dari Indonesia dan 10 institusi dari Jepang.

“Kami merasa terhormat mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Kegiatan ini berlangsung setiap tahun dan menjadi momentum penting bagi para peneliti serta akademisi untuk berbagi ilmu, hasil penelitian, dan berbagai penemuan terbaru,” ujarnya.

Menurut Christina, penyelenggaraan AJIVE di NTT memiliki arti strategis karena provinsi tersebut dikenal sebagai salah satu sentra peternakan nasional.

“Bagi NTT yang merupakan gudang ternak Indonesia, kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat pengembangan ilmu kesehatan hewan dan peternakan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa isu kesehatan hewan saat ini tidak dapat dipisahkan dari berbagai dinamika global, seperti perubahan iklim.

Bakan, meningkatnya risiko penyakit menular dan zoonosis, mobilitas hewan lintas wilayah, serta tuntutan terhadap kesejahteraan hewan dan keamanan pangan.

“Karena itu diperlukan sinergi yang lebih kuat antara institusi pendidikan, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan lintas negara melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis ilmiah,” tambahnya.

Mewakili Wali Kota Kupang, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky Malelak, menyatakan bahwa pembangunan kesehatan hewan memiliki dampak luas terhadap pembangunan daerah.

“NTT dikenal sebagai salah satu wilayah penting sektor peternakan di Indonesia. Karena itu pembangunan kesehatan hewan bukan sekadar isu teknis, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia berharap melalui AJIVE 2026 akan lahir berbagai inovasi dan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan untuk mendukung kemajuan sektor peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

Association of Japan–Indonesia Veterinary Education (AJIVE) merupakan organisasi akademik yang menjadi jembatan kerja sama antara institusi pendidikan kedokteran hewan di Indonesia dan Jepang. 

Organisasi ini secara konsisten mendorong kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna menghadapi tantangan kesehatan hewan yang semakin kompleks di tingkat global.

Selain menjadi forum pertukaran ilmu pengetahuan dan hasil penelitian terkini, AJIVE 2026 juga bertujuan memperkuat kerja sama akademik dan institusional antaranggota, sekaligus membahas berbagai isu strategis seperti pendekatan One Health, ketahanan ternak terhadap perubahan iklim, pengendalian penyakit hewan dan zoonosis, kesehatan hewan produksi, kesehatan hewan kesayangan dan satwa liar, serta penguatan pendidikan dan penelitian veteriner.

Rangkaian kegiatan meliputi sesi pleno yang menghadirkan pembicara utama internasional, sesi panel dan diskusi ilmiah, presentasi oral dan poster penelitian, AJIVE Annual Meeting, networking session, gala dinner, hingga city tour bagi para peserta.

Melalui penyelenggaraan AJIVE 2026, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara institusi pendidikan kedokteran hewan di Indonesia dan Jepang, sekaligus menghasilkan berbagai inovasi dan rekomendasi strategis untuk mendukung kesehatan hewan yang berkelanjutan di masa depan. (uge)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.