Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Ratusan karyawan Kebun Cot Girek PTPN IV Regional VI gagal bertemu langsung dengan Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil dengan agenda audiensi, Jumat (5/6/2026).
Pasalnya, audiensi yang telah lama dinantikan tersebut gagal terlaksana lantaran Bupati Aceh Utara yang akrab disapa Ayahwa itu tidak hadir dengan alasan menghadiri agenda mendadak di luar daerah.
Kekecewaan para karyawan semakin bertambah karena jadwal pertemuan yang seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB, baru dibuka sekitar pukul 10.30 WIB.
Pertemuan itu akhirnya dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara, Dayan Albar, bersama jajaran pemerintah daerah, dengan Asisten I, Dr Fauzan bertindak sebagai moderator.
Ketua Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN), Syarifuddin yang mewakili karyawan Kebun Cot Girek mengucapkan terima kasih atas undangan audiensi yang sebelumnya disampaikan oleh Bupati Aceh Utara.
Namun, pihaknya menegaskan bahwa tidak dapat melanjutkan audiensi karena sosok yang mereka harapkan hadir tidak berada di tempat.
Baca juga: PTPN IV Regional VI Tegaskan Komitmen Penyelesaian Persoalan di Kebun Cot Girek
Menurut perwakilan karyawan ini, Bupati Aceh Utara bukan hanya seorang kepala daerah, tetapi juga dianggap sebagai figur ayah.
Figur ayah yang diharapkan dapat mendengar langsung keluhan dan memperjuangkan penyelesaian berbagai persoalan yang terjadi di Kebun Cot Girek.
"Kami datang dengan penuh harapan untuk bertemu langsung dengan Bapak Bupati,” ucap Syarifuddin.
“Bagi kami, Beliau adalah tempat mengadu dan mencari solusi atas persoalan yang sedang kami hadapi," sebutnya.
Pada kesempatan itu, Ketua SPBUN juga meminta adanya itikad baik dari Bupati Aceh Utara untuk segera menjadwalkan ulang audiensi.
Hal ini mengingat sebelumnya Bupati Aceh Utara telah berjanji akan memediasi berbagai pihak guna mencari jalan keluar atas permasalahan yang terjadi di lingkungan Kebun Cot Girek.
Pihak karyawan bahkan memberikan batas waktu selama satu minggu ke depan.
Jika tidak ada kejelasan terkait jadwal audiensi lanjutan, mereka berencana menggelar Aksi Damai Jilid II yang diperkirakan akan melibatkan sekitar 1.500 lebih orang.
Setelah menyampaikan sikap itu, selanjutnya Ketua SPBUN bersama para karyawan meminta izin untuk meninggalkan ruang rapat dan kembali ke kebun.
Meski Asisten I sempat meminta agar perwakilan karyawan tetap mengikuti jalannya audiensi, karena masih ada beberapa hal yang ingin disampaikan oleh Sekda.
Namun tanggapan dari pihak manajemen kebun dan keputusan karyawan saat itu tidak berubah.
Pengurus SPBUN, Taufik menghormati keputusan para pekerja yang memilih tidak melanjutkan audiensi.
Menurutnya, bahwa langkah tersebut merupakan murni keputusan dan inisiatif karyawan tanpa arahan dari pihak manajemen kebun.
Sekitar pukul 10.45 WIB, seluruh perwakilan karyawan meninggalkan ruang rapat dan kembali ke Kebun Cot Girek.
Para pekerja berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera menjadwalkan ulang pertemuan tersebut.
Agar dialog yang selama ini dinantikan dapat terlaksana dan berbagai persoalan yang menjadi tuntutan karyawan dapat menemukan titik penyelesaian.(*)